bernasnews — Dalam rangka penjaringan aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Kota Yogyakarta Komisi A, Yustinus Keliek Mulyono, S.I.P melaksanakan kegiatan Reses, bertempat di Pendapa Probodikaran, Jalan Pesindenan, Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Selasa (23/1/2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan perwakilan warga Kampung Suryoputran, yang terbagi dalam tiga wilayah administrasi RW 08, RW 09, dan RW 10. Juga hadir Ketua RW, Ketua RT, dan beberapa tokoh sesepuh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Keliek Mulyono mengemukakan, bahwa sebagai Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PDI Perjuangan masuk dalam Komisi A yang juga masuk sebagai anggota Banggar. “Komisi A dalam kinerjanya utamanya adalah bidang pemerintahan. Jadi monggo bapak ibu dan saudara yang hadir jika ada masukkan atau persoalan terkait itu bisa disampaikan kepada saya,” ujar dia.
Lebih lanjut Keliek Mulyono menjelaskan, jika masa anak-anak hingga mudanya dahulu pernah berdomisili di Kampung Suryoputran, tepatnya sekarang di wilayah RT 24, RW 08 Suryoputran. Menurut Keliek, kampung Suryoputran dahulu dikenal lantaran potensi warganya yang sangat istimewa, antara lain sepakbolanya dan olahraga lainnya seperti batminton dan tenismeja. Sehingga potensi-potensi positif itu perlu dipertahankan atau dikembangkan.
“Belum lagi di bidang kesenian seperti gamelan, ketoprak, serta musik, dan lain sebagainya. Saya sendiri berkarir di dunia politik sejak muda, setelah pensiun dari PNS saya mendapat kepercayaan dari PDI Perjuangan untuk ikut kontestansi dan sekarang ini menjadi Anggota DPRD Kota Yogyakarta merupakan kali keduanya,” beber mantan Ketua Pemuda Suryoputran, era tahun 80an.
Sementara dalam reses, berdasar pemantauan bernasnews setidaknya ada 4 poin yang menarik disampaikan oleh peserta. Pertama disampaikan oleh H. Kasidal, B.Sc perwakilan dari RT 28, yang mengungkapkan perihal realisasi pembangunan Pasar Kluwih (Ngadikusuman) Kampung Suryoputran.
“Seperti telah diketahui Pasar Kluwih merupakan pasar yang bersejarah bagi warga. Sebelum Covid-19 telah ada sosialisasi dari Pemkot Yogyakarta rencana akan dibangun namun lantas ditunda hingga kini belum ada kejelasan untuk realisasinya,” kata dia.
Senada dengan H. Kasidal persoalan pembangunan juga disampaikan oleh Bowo selaku Ketua RW 09 Suryoputran yang menerangkan kondisi Balai Kampung Suryoputran dimana bangunan balai itu telah banyak yang bocor dan perlu pemugaran agar kondisinya lebih baik dan nyaman untuk dipergunakan.
Persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) disampaikan oleh Antok selaku Ketua RT 25 tentang warganya yang berusia produktif namun pengangguran sehingga membutuhkan lapangan pekerjaan. Sedangkan Mbah Karti mengungkapkan perlunya ada perhatian yang serius dari Pemerintah Kota Yogyakarta bagi para ibu-ibu aktifis kampung seperti Pengurus Lansia dan Balita, Pengurus Bank Sampah, dan sebagainya.
“Kemajuan kampung dan segala kegiatan yang ada kebanyakan berbasis pada kaum perempuan. Sebagai contoh, dahulu untuk kepentingan kesehatan lansia dan balita ada kucuran bantuan dana melalui Puskesmas, namun setelah ada perubahan nomenklatur malahan kucuran dana tersebut menjadi seret bahkan menghilang,” ujarnya. (ted)












