bernasnews – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan awal Ramadan 1445 Hijriah sekaligus hari raya Idul Fitri tahun ini.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti menyampaikan awal puasa Ramadhan jatuh pada tanggal 11 Maret 2024. Penetapan ini didapatkan dengan menggunakan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Berdasarkan hasil hisab tersebut maka pimpinan pusat Muhammadiyah menetapkan, 1 Ramadhan 1445 jatuh pada hari Senin, 11 Maret 2024,” kata Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti.
Dengan begitu untuk Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriyah, PP Muhammadiyah menetapkan akan jatuh pada 10 April 2024. Sementara itu PP Muhammadiyah juga mengumumkan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024, Hari Arafah (9 Zulhijjah) pada Ahad, 16 Juni 2024, dan Idul Adha pada Senin, 17 Juni 2024.
“Di wilayah Indonesia tanggal 1 Dzulhijah 1445 H jatuh pada hari Sabtu Legi, 8 Juni 2024 M. Sehingga, Hari Arafah (9 Dzulhijah 1445 H) jatuh pada hari Ahad Wage, 16 Juni 2024 M. Sedangkan Idul Adha (10 Dzulhijah 1445 H) jatuh pada hari Senin Kliwon, 17 Juni 2024 M,” ucap dia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar mengatakan maklumat itu disampaikan untuk menjadi panduan warga Muhammadiyah dan yang mengikuti pedoman hisab wudul hilal agar bisa melaksanakan ibadah puasa sebagaimana yang dimaklumatkan PP Muhammadiyah.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghargai jika ada perbedaan perbedaan karena perbedaan metode, dan karena kita sudah terbiasa dengan perbedaan itu maka kita jalani untuk menjalankan ibadah Ramadhan Idul Fitri dan idul Adha dalam suasana berbeda tetapi yang paling penting adalah toleransi saling menghargai,” kata Prof Haedar.
Haedar menuturkan bahwa perbedaan hal yang biasa terjadi dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Namun ia menekankan pentingnya sikap toleransi dan saling menghargai antarumat.
Ia juga menjelaskan alasan Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadhan saat ini.
“Mengapa Muhammadiyah mengumumkan sekarang, dan mungkin ada yang bertanya mendahului. Kami PP Muhammadiyah tidak mendahului siapa pun,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada kaum Muslimin untuk bisa menyikapi secara bijak dan toleransi apabila didapati perbedaan awal Ramadhan serta kesamaan Idulfitri. Ia juga mengajak seluruh umat Islam untuk memperkaya spritualitas, kesalehan, relasi hubungan sosial yang damai, toleransi dan bersatu dalam keragaman, serta membawa umat dan bangsa semakin berkemajuan di momen IdulFitri kali ini.
“Kalau berbeda tak perlu ribut, termasuk di media sosial. Apalagi saling menghujat dan menyalahkan, yang membuat nilai ibadah semakin berkurang,” pungkasnya. (lan)












