bernasnews — Perempuan sering dipandang hanya menjadi ibu rumah tangga yang dinilai tidak dapat berkontribusi secara aktif di luar rumah sehingga perannya tidak lebih dari sekadar aktivitas di dalam rumah.
Kekinian peran perempuan sangat dibutuhkan pada semua aspek kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sosial, politik dan kemasyarakatan, terutama dalam hal pembangunan desa. Hal ini, menjadi perhatian mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang tergabung dalam UKMF Penelitian Reality.
Mereka menggagas sekolah perempuan untuk memberikan kesempatan perempuan mendapatkan pendidikan nonformal, dengan menggandeng Desa Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY.
“Sekolah Perempuan Triwidya Aksara merupakan program sekolah perempuan yang kami sajikan untuk menjawab permasalahan perempuan yang ada di sini,” terang Dewi Cahyaningsih selaku Ketua Tim, Selasa (2/1/2024).
Menurut Dwi, Triwidya Aksara bermakna sekolah bagi perempuan desa tangguh dan berpengetahuan yang berfokus pada tiga bidang utama, yakni ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
Peserta sekolah terdiri atas beberapa perwakilan dari PKK, Kader, Karangtaruna dan tokoh perempuan Desa Triwidadi. “Harapannya Sekolah Perempuan Triwidya Aksara dapat mewujudkan keterlibatan perempuan Desa Triwidadi terhadap pemberdayaan wilayah dan pencapaian Sustainable Development Goals for Rural Areas,” imbuh Dewi.
Sementara Zulfa Aisyah Shubhiyah, anggota Tim UKMF Penelitian Reality mengemukakan, bahwa sekolah perempuan yang dilakukan meliputi pendidikan dan pelatihan kelas tata boga, kelas teknologi informasi, kelas perempuan cerdas, kelas parenting, kelas ibu tanggap dan kelas 3R (reuse, reduce, recycle).
“Kelas tata boga dengan pelatihan mengolah mlinjo, potensi sumber daya alam di Desa Triwidadi,” ujar Zulfa.
Lanjut Zulfa memaparkan, kelas teknologi informasi dengan workshop dan pendampingan, kelas perempuan cerdas dilaksanakan dengan pendampingan bagi remaja perempuan, kelas parenting dilaksanakan metode workshop, kelas ibu tanggap dilaksanakan dengan pendampingan. “Sementara kelas 3R (reuse, reduce, recycle) dilaksanakan dengan workshop dan pelatihan dengan menghadirkan narasumber yang kompeten pada bidangnya,”bebernya.
Kepala Dusun Triwidadi Widyastuti merasa gembira dengan kegiatan ini. “Sebelumnya sudah pernah mendapatkan beberapa program pelatihan yang bersasaran perempuan. Namun, program tersebut mengalami kegagalan dikarenakan program tidak didasarkan atas kebutuhan, permasalahan, serta potensi yang ada dan dimiliki oleh Desa Triwidadi,” ujar dia.
Desain pembelajaran meliputi kurikulum dan rencana kegiatan di Sekolah Perempuan Triwidya Aksara gagasan mahasiswa UNY ini, berfokus pada peningkatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi masyarakat dan berpartisipasi dalam meningkatkan kapabilitas perempuan di dunia pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Kegiatan ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam skema PPK Ormawa dan menyabet juara 3 strategi keberlanjutan terkuat dan juara 3 video terunik dalam Abdidaya Ormawa di Universitas Jember.
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. (*/ ted)












