bernasnews — Herika Puspita Wahyuningdyah, S.Pd nama lengkapnya, belum lama ini ditetapkan menjadi pemeran terbaik utama wanita, pada Festival Kethoprak Kabupaten Kulon Progo yang diadakan pada tanggal 20 sampe dengan tanggal 23 Juni tahun 2023 yang lalu bertempat di Taman Budaya Kulon Progo oleh Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo.
Gelaran ini diikuti oleh 12 Kapanewon se- Kabupaten Kulon Progo. Herika Puspita Wahyuningdyah yang akrab disapa Rika mendukung Kapanewon Girimulyo, dengan Lakon Layung dan menjadi peran utama wanita yaiku Layung. Bahkan, tidak hanya tahun ini Rika mendapatkan kejuaraan peran utama wanita juga di festifal kethoprak sebelumnya.
Pada bulan Oktober 2023 yang lalu Rika juga ikut mendukung kontingen Kethoprak Kabupaten Kulon Progo pada festival kethoprak antar Kabupaten dan Kota se DIY. Rika mendapatkan kejuaraan sebagai peran pembantu wanita terbaik.
Rika atau Herika Puspita Wahyuningdyah adalah putri dari pasutri Bapak L. Sujatmiko Edy,S.Sn dan Ibu V. Hermi Wahyu Handayani S.Sn, yang beralamat di Perum Sinar Giripeni Wates Kulon Progo, yang juga guru dan pembina Seni di Kulon Progo.
Belum lama ini Rika juga mengikuti lomba Macapat Tingkat Kabupaten Kulon Progo dan mendapatkan kejuaraan. Ia merupakan alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, yang sekarang menjadi guru Basa Jawa juga mengajar berbagai macam seni antara lain: seni Tari, Karawitan, Macapat dan Geguritan.
Bu guru Rika nama panggilan oleh muridnya di SMP Yohanes Bosko Yogyakarta. Di sekolah banyak murid yang telah diajari tentang budi pekerti melalui berbagai macam seni. Sekolahnya pun sering ikut lomba seni di Yogyakarta, termasuk pada Ulang Tahun Kadipaten Pakualaman Yogyakarta belum lama ini. Selain itu, sekolahnya setiap tahun juga menyelenggarakan pentas kolaborasi drama, tari, musik dan gamelan untuk para murid SMP Yohanes Bosko, yang dipentaskan di Taman Budaya Yogyakarta.
Bu guru Rika di rumah juga aktif di Gereja Katholik Nanggulan sebagai lektor dan juga pemasmur. Ia menikah dengan Efrem Pradana dan berputra satu Aksaraka, sekarang tinggal di Grigak, Giripurwa, Girimulyo, Kulon Progo.
Meskipun banyak kegiatan tetapi tidak lupa dengan keluarga, bahkan kalau ada latihan seni pada malam hari selalu diantar oleh suami dan anaknya. Walaupun sudah berkeluarga dan mempunyai pekerjaan pokok sebagai seorang guru, bukan berarti menjadi hambatan untuk melestarikan seni dan budaya lantaran sejak masih kuliah bu guru Rika juga aktif di Paguyuban Seni Kamasetra, UNY.
Bu guru Rika sampai sekarang sekali waktu masih sering mendukung pentas sendratari Ramayana di Komplek Candi Prambanan. Sosok bu guru yang humble ini berpesan untuk para generasi muda agar jangan berhenti dan jangan bosan untuk tetap melestarikan Seni Budaya Jawa. Hal ini, untuk membangun karakter dan jati diri supaya tidak tergilas oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. (ted/ Isnu Hardoyo, Penggiat Sosial di Kabupaten Kulon Progo)












