bernasnews — Pemerintah Kalurahan Balecatur menggelar giat sosialisasi PUS (Pasangan Usia Subur) bagi kader, lembaga Kalurahan dan para dukuh, bertempat di Aula Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, Kamis (9/11/2023). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesehatan serta mengurangi resiko kematian ibu dan anak.
Sebagai narasumber, Isti Faujiyah dari Puskemas Gamping 1 dengan pokok bahasan tentang kanker serviks, Ardini Nuruliyah dari PLKB Kapanewon Gamping memaparkan berbagia alat kontrasepti, dan Aris Munandar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyampaikan tentang JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Kegiatan ini juga disertai pemeriksaan IVA secara gratis, yang diikuti sekitar 40 orang PUS.
Lurah Balecatur Andri Septiyanto, SH dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada para nara sumber yang sudah berkenan hadir untuk menyampaikan berbagai pengentahuan bagi peserta. “Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para kader dan semua perwakilan lembaga yang telah menyempatkan hadir di acara sosialisasi ini, dengan harapan setelah dapat pengetahuan agar dapat disebarkan ke masyarakat luas sehingga masyarakat Balecatur menjadi masyarakt yang sehat,” kata dia.

Semetara itu, Isti Faujiyah dari Puskesmas Gamping 1 selaku nara sumber menyampaikan beberapa hal tentang kanker serviks, bahaya dan resikonya bila terkena kanker serviks. Penyebabnya juga berbagai cara pencegahannya agar tidak terkena kanker serviks.
PLKB Kapanewon Gamping Ardini Nuruliyah menyampaikan tentang berbagai alat kontrasepsi yang ada baik yang hormonal ataupun yang bukan hormonal. Menurut Ardini,penggunaan alat kontraspsi itu sendiri bertujuan untuk untuk merencanakan kehamilan serta mencegah kematian ibu dan bayinya.
“Karena realitanya yang di terjadi masyarakat sekarang ini adalah dari satu juta bayi yang lahir, banyak bayi yang lahir tidak di rencanakan bisa mencapai 50persen dan bayi lahir tidak diharapkan berkisar 25persen,” ujar Ardini.
Dalam kesempatan yang sama, Aris Munandar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyampaikan tentang Jaringan Kesehatan Nasional dengan BPJS dan KIS. Menurut Aris, Kabupaten Sleman yang sudah meraih penghargaan UHC mengharapkan agar warga Sleman bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan dari pemeritah daerah tersebut.
“Jaminan kesehatan yang sudah ditanggung oleh pemerintah setempat seperti dengan mengikuti BPJS. Masyarakat bisa mengakses BPJS baik melalui online ataupun offline, dengan waktu yang tidak lama,” ujarnya. (nun)











