bernasnews — Keberadaan gawai (gadget) dan teknologi IoT (Internet of Things) adalah suatu keniscayaan dan telah merambah dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilu 2024. Aktifitas para peserta kontestansi secara masif pun mulai tampak di media sosial berbasis internet.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilu 2024, tanggal 14 Februari 2024 mendatang dan untuk menambah wawasan warga tentang perhelatan akbar tersebut, Pengurus RT 26 Suryoputran menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilu 2024. Menghadirkan narasumber Panitia Pemilu Kemantren (PPK) Kraton, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Panembahan, Panwascam Kraton dan Pengawas Kelurahan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan warga Paguyuban Arisan/Pertemuan Bapak-bapak RT 26 Suryoputran, dan pengurus RW 08 Suryoputran, berlangsung di Pendapa Prabadikaran, Jalan Pesindenan, Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Minggu (5/11/2023).
Ketua RT 26 Suryoputran GBW. Imam Karneni menjelaskan, bahwa paguyuban yang disebut tanggal lima merupakan kumpulan bapak-bapak warga RT 26 Suryoputran yang setiap bulan tepat pada tanggal lima melakukan pertemuan untuk membahas persoalan – persoalan sosial kemasyarakatan. “Agar pertemuan atau forum bertambah guyub, maka ditambahlah dengan arisan serta simpan pinjam,” ujar dia.
Sementara itu, PPK Kraton Bintarto mengungkapkan, bahwa sebagai penyelenggara pemilu pihaknya dengan teman-teman panwas ibaratnya seperti sekeping mata uang. Menurutnya, Pemilu 2024 agak berbeda dengan pemilu lalu. Tahapan pertama yang harus dilakukan oleh warga adalah proaktif untuk melihat papan pengumuman guna pengecekan daftar pemilih tetap.
“Wajib untuk dicek karena merupakan hak konstitusi warga, sehingga benar-benar harus dicek sebab satu suara sangat bermakna untuk kelangsungan kehidupan bernegara dan berbangsa. Daftar pemilih tetap atau DPT juga dapat dicek melalui internet pada link cekdptonline.kpu.go.id, dengan mingisi NIK pada E-KTPnya,” terang dia.
Selain memaparkan soal mekanisme Pemilu 2024, Bintarto juga mengingatkan tentang bahayanya money politik (politik uang). Pilihlah calon wakil rakyat dengan cerdas berdasar dari intergritas serta kedekatan wilayahnya. “Kami juga mengingatkan kepada pengurus RT dan RW untuk mempersiapkan warganya sebagai pengelola TPS nantinya, dengan syarat utama kesehatan badan prima dan familier terhadap teknologi IT,” ungkap Bintarto.
Hal senada dengan Bintarto juga disampaikan oleh Putu Agung selaku Panwas Kelurahan Panembahan, serta menambahkan tentang pemasangan alat peraga kampanye jika sudah waktunya nanti pemasangan harus memenuhi etika dan estetika. “Pemasangan dilarang di tempat atau fasilitas umum milik negara, apabila di lahan pribadi harus dapat izin dari pemiliknya,” ungkap Putu. (ted)












