bernasnews – Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti, S.Sos, M.M. mengatakan, seniman dan budaya Kota Yogyakarta tidak dapat dipisahkan dengan upaya pelestarian sehingga bagi mereka patut mendapatkan apresiasi. Pemda memberikan penghargaan tersebut untuk memotivasi usaha melestarikan budaya.
Dia mengetakan hal itu pada acara pemberian apresiasi Kelestarian dan Keterawatan Warisan Budaya Cagar Budaya oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta di Hotel Harper Malioboro, Yogyakarta, Rabu (1/11/2023)
Melalui proses penilaian, yang dilakukan oleh tim juri yang berkompeten di bidang cagar budaya, terpilih 20 bangunan cagar budaya, salah satunya SD dan TK BOPKRI Gondolayu Yogyakarta. Selain apresiasi cagar budaya, penghargaan juga diberikan kepada enam seniman dan budayawan.
Pj. Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo, S.H., M.Ed. mengawali sambutannya dengan pantun dan salam budaya. Dengan serempak hadirin menjawab lestari budayaku. Dia mengatakan, Pemda memberikan apresiasi bagi tim juri, penerima apresiasi cagar budaya dan seniman serta budayawan yang terus bersemangat melestarikan budaya bangsa.
“Untuk melestarikan warisan budaya cagar budaya diperlukan 4P, yaitu pelestarian budaya, perlindungan budaya, pengembangan budaya, dan pemanfaatan budaya,” kata dia.
Hall Hotel Harper Malioboro, menurut Kepala SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta Dra. Bernadetta Herry Riyantini, dipenuhi oleh pelaku budaya dan tokoh budayawan. Acara kemudian ditutup dengan sebuah tarian apik yang berjudul Songsong Mijil Bintara. (*/mar)












