Pemkab Sleman Dorong Upaya Digitalisasi Sektor Perikanan untuk Peningkatan Produksi

Bupati Sleman, Kustini saat menghadiri panen raya budidaya ikan di Turi. Foto: regina/bernasnews

bernasnews – Adanya industri 4.0 dan pesatnya perkembangan teknologi mendorong berbagai lini kehidupan masyarakat semakin go digital, hal itu tak terkecuali juga pada sektor perikanan. Di Kabupaten Sleman, sejumlah tambak didorong untuk menerapkan digitalisasi dalam hal pengelolaan ikan sampai dengan manajemennya dengan pendampingan dan bantuan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melaporkan sejumlah alat diperbantukan pada pelaku tambak dengan kerjasama berbagai sektor salah satunya Kementerian Kominfo. Alat itu diantaranya untuk pemberi makan ikan dan juga micro bubble untuk meningkatkan oksigen.

Kedua teknologi itu dipilih dengan harapan agar kualitas ikan lebih baik dan juga meningkatkan kuantitasnya. Model ini tengah diujicobakan di sejumlah tambak di Sleman dan harapannya akan menular ke petambak lainnya. 

“Ini adalah alat yang baru, diterapkan pada perikanan dan hasilnya (produksi) lebih maksimal 40 persen. Dengan alat ini ikannya agresif untuk makan. Dan hanya butuh waktu sebentar 3 bulan. Harapannya pendampingan terus berlanjut,” kata Kustini saat menghadiri Panen Raya di Turi, Sleman, Yogyakarta pada Kamis (2/11/2023).

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, yang diwakili oleh Direktur Direktur Pemberdayaan Informatika Bonifasius Wahyu Pudjianto membeberkan upaya transformasi digital berbagai lini ini terus digenjot. Pasalnya, ia melihat ada potensi besar pada perikanan budidaya Indonesia yang mencapai 16,87 juta ton di 2022 dan masih ditargetkan terus meningkat produksinya di tahun 2023 ini dengan estimasi 21,5 juta ton.

“Statistik itu dapat menjadi sinyal bahwa ada potensi perikanan budidaya yang bisa kita gali lebih jauh,” ungkap Samuel.

“Kominfo menggunakan sudut pandang pemanfaatan teknologi dalam mengupayakan terwujudnya transformasi digital di semua sektor di mitra termasuk sektor perikanan dan budaya,” tandasnya.