Hubungan, Keakraban dan Kenangan dalam Keluarga dapat Didukung Literasi 

Pemateri diskusi (berdiri nomor tiga dan empat dari kanan) dan peserta diskusi SATUPENA DIY di Griya Abhipraya Purbonegoro, Yogyakarta, Minggu (29/10/2023). (Foto : Humas Satupena DIY).

bernasnews – Setiap insan pasti berasal dari keluarga, memiliki keluarga dan bergaul dengan orang lain yang dapat menjadi keluarga. Adanya lembaga trah keluarga dapat membantu mempererat tali persaudaraan secara biologis. Namun bagi mereka yang belum atau tidak memiliki trah, kiranya akan kesulitan untuk melacak leluhur empat atau lebih di atasnya. Literasi keluarga antara lain dalam bentuk buku dengan narasi dan foto-foto akan membantu melestarikan hubungan keluarga.

Dalam mewujudkan keluarga yang suka literasi, seperti membaca, menulis, mendongeng, dialog, berwisata, dan sebagainya, perlu keteladanan dari orangtua. Bagi orangtua yang literat, cukup duduk membaca secara rutin di rumah agar dilihat anak-anak. Atau bahkan orangtua yang kurang berpendidikan, namun mengajarkan nilai-nilai keutamaan hidup, telah mendidik literasi kehidupan bagi keluarga. 

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Literasi Keluarga yang diselenggarakan Perkumpulan Penuis Indonesia SATUPENA DIY di Griya Abhipraya Purbonegoro, Yogyakarta, Minggu (29/10/2023). Diskusi yang dibuka Ketua SATUPENA DIY Sutirman Eka Ardhana ini menghadirkan pemateri wartawan/pegiat literasi Y.B. Margantoro dan Dosen UST Yogyakarta Ki Sutikno, dengan moderator Hazwan Iskandar Jaya. Acara juga dimeriahkan pembacaan puisi oleh Atiek Mariati dan Awit Radiani.   

Menurut Margantoro, karya literasi keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk fakta, opini maupun fiksi. Formulasi karya itu antara lain dalam wujud buku, film, video atau yang lain. Untuk karya tulis fakta yang cocok adalah biografi atau feature profil, kemudian opini antara lain esai, sedangkan fiksi dalam bentuk novel. “Biografi yang diformat novel juga bagus dan menarik pembaca di luar keluarga bersangkutan,” kata dia. 

Ki Sutikno yang juga Ketua KPAI, NGO pendidikan Jepang-Indonesia mengajak keluarga untuk membaca yang banyak, menulis yang banyak, dolan (wisata) yang jauh. Tujuannya supaya melancarkan menulis atau sering menulis. Dia juga menjabarkan literasi pendidikan yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara dan dipraktekkan oleh keluarga besar Tamansiswa. 

Sutirman Eka Ardhana menyatakan sudah ada rencana untuk menulis biografi kakek, ayah dan keluarganya. Banyak menulis untuk orang lain akhirnya menyadarkan sastrawan senior ini untuk menghormati dan mendokumentasikan dalam bentuk buku keluarga sendiri.

Atiek Mariati menambahkan, dia sudah menulis buku sebuah keluarga sederhana di Kulonprogo yang mampu mendidik anak-anaknya sukses. Dia tergerak untuk menekuni kepenulisan seperti ini, selain karya puisi, karena dapat menginspirasi banyak orang.

Moderator Hazwan mengutip Dale Carnegie mengajak setiap insan untuk banyak membaca, banyak menulis dan banyak diskusi untuk mengisi kehidupan lebih bermakna. Sekretaris SATUPENA DIY Ana Ratri merencanakan menindaklanjuti diskusi ini dalam bentuk workshop penulisan literasi keluarga atau menulis keluarga dalam bentuk buku.

Puisi literasi keluarga   

Di luar diskusi, melalui whatsApp group (WAG) SATUPENA DIY, anggota perkumpulan penulis ini Oka Swastika Mahendra menulis puisi bertajuk Literasi Keluarga. Puisi itu sebagai berikut : Pelukan hangat/ Kata-kata/ Temukan makna/ Keluarga pembaca/ Literasi bersama/ Cinta dihidupi/ Sayang menyayangi/ Bersama suka/ Pribadi berpengetahuan/ Dalam keluarga/ Bagian keluarga/ Orang tua/ Anak anak/ Bergandengan tangan/ Dongeng mendongeng/ Alam semesta/ Jagad raya/ Cerita ada/ Pengantar tidur/ Fabel kancil/ Bersama belajar/ Kita tumbuh/ Suka berbagi/ Keluarga membaca/ Pilihan bijak/ Perjalanan suci/ Cinta hidup/ Halaman buku/ Tawa gembira/ Airmata bersama.

Memupuk akar/ Menghunjam dalam/ Sepakat bersama/ Keluarga literasi/ Membangun jembatan/ Menuju pengetahuan/ Warisan kebijaksanaan/ Perpustakaan cinta/ Semangat kuat/ Bersatu tekad/ Literasi keluarga/ Cahaya penuntun/ Anak turun/ Gemar membaca/ Bisa menulis/ Keterbukaan pikir/ Kembara bebas/ Masuk merasuk/ Lembar lembar/ Dunia kata. (mar)