News  

Nikah Bareng Persatuan: Pernikahan Unik Digelar Di Pabrik, Mahar Sekarung Beras 25 Kilogram

Arak-arakan calon pengantin dengan memakai kendaraan forklif menuju ke tempat ijan di dalam pabrik PT. Indofon yang setiap harinya memproduksi Plafon PVC, di Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Perhelatan pernikahan unik kembali diselenggarakan oleh FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon Bantul, kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Mangayubagya HUT Ke-72 Kabupaten Kulon Progo. Nikah bareng yang diikuti oleh 7 pasangan pengantin itu merupakan hasil kerja sama dengan PT. Indofon, Sentolo, Kulon Progo didukung KUA Sentolo, MUA (make up artis) Jogja, PPY Yogyakarta serta berbagai pihak.

Prosesi pernikahan bertajuk ‘Nikah Bareng Persatuan’ ini diselenggarakan bertempat di lokasi pabrik PT. Indofon, Jalan Kawasan industri Sentolo, Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Kamis (23/10/2023). Dihadiri oleh Kapolres, Dandim, KakanKemenag, dinas-dinas terkait Kabupaten Kulon Progo, dan Forkompimcam Kapanewon Sentolo, Kepala KUA Sentolo beserta staf. Acara pembukaan dan sambutan Pj. Bupati Kulon Progo diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kulon Progo Drs Jazil Ambar Was’an.

“Kegiatan ini adalah pertama di Indonesia bahkan dunia, karena prosesi pernikahan dilaksanakan di dalam pabrik, dengan melakukan ijab di antara mesin-mesin dan di atas forklift, Adapun sebagai maharnya berupa beras 25 kilogram , cincin 2 gram dan alat sholat. Selain itu, prosesinya pun unik penuh syarat makna,” terang Ketua FORTAIS Indonesia sekaligus Panitia Pelaksana RM. H. Ryan Budi Nuryanto, SE, di sela-sela acara.

Direktur Utama PT. Indofon Adit Setiawan, SH, MH (Kiri, nomor 4) foto bersama tamu dan 7 pasang mempelai. (Foto: Istimewa)

Sementara, dalam sambutannya Direktur Utama PT. Indofon Adit Setiawan, SH, MH menyampaikan apresiasi dan menyambut baik gelaran ini. Menurut Adit, penyelenggaraan acara ’Nikah Bareng Persatuan’ ini sebagai bentuk kepeduliannya untuk berbagi kepada para calon pengantin agar bisa menikah tanpa terbebani oleh biaya. “Penyelenggaraan nikah bareng ini sangat bagus dan kami mendukung sebagi bentuk kepedulian untuk berbagi,” ujar Adit Setiawan yang juga Ketua HIPMI Sleman.

Berikut 7 pasangan mempelai berasal dan busana pengantin yang dikenakan, Hendra Adi Wijaya (26 th) Trucuk, Klaten Jateng dan Ayu Astuti (22 th) Nanggulan, Kulon Progo, busana Solo Putri Hijab; David Sutrisno (35 th) Kokap, Kulon Progo dan  Sulistyowati (42 th) Kokap, Kulon Progo, busana Batak; Supri (39 th) Nanggulan, Kulon Progo dan Nur Hidayah (44 th), Panjatan, Kulon Progo, busana Muslim modern; Ignatius Ari Yanto (40 th0 Sedayu, Bantul dan Suhartiningsih (31 th) Sentolo, Kulon Progo, busana Palembang; Suparyanto (36 th) Bambanglipuro,Bantul dan Nurmala Sari (33 th) Ngaglik,Sleman (pasangan rujuk),busana Siger Sunda; Gunawan (37 th) Gamping, Sleman dan Marsini (35 th) Banguntapan, Bantul, busana Jogja Putri muslim;  Paijan (46 th) Gedangsari, Gunungkidul dan Suprihatin (50 th), Danurejan, Jogja, busana Muslim modern. 

“Fasilitas yang diberikan semua gratis dari biaya nikah, mahar, busana/ rias, pelaminan, dokumentasi hingga tasyakurannya. Sebenarnya banyak yang berminat untuk mengikuti acara ini, yang dibuka kurang dari 3 minggu namun yang berhasil melengkapi syarat nikah hanya 7 pasang,” jelas Ryan. (ted)