News  

Sleman Temple Run 2023 Diyakini Bawa Dampak Positif untuk Sektor Pariwisata

Jumpa pers terkait penyelenggaraan Sleman Temple Run 2023. (Foto : Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Pemerintah Kabupaten Sleman selalu memiliki cara untuk mempromosikan pariwisata yang ada di wilayahnya salah satunya melalui Sleman Temple Run 2023.

Bukan hanya lomba lari saja, event tersebut dikemas sembari mengenalkan keindahan alam, tempat-tempat bersejarah dan budaya lokal.Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid menyakini penyelenggaraan Sleman Temple Run yang ke-8 itu akan memberikan dampak positif utamanya bagi sektor pariwisata.

Pasalnya sampai saat ini ada 1160 peserta yang mendaftar untuk ikut dalam kegiatan itu. Apalagi peserta tidak hanya berasal dari Yogyakarta saja tetapi ada 22 negara yang ikut menjadi peserta Sleman Temple Run dan diyakini tidak datang sendirian, tetapi juga membawa anggota keluarganya untuk berwisata di Sleman.

“Sesuai yang kita harapkan bahwa Sleman Temple Run ini disamping untuk mengakomodir para pelari, ini kan juga sebagai sebuah media promosi bagi kami untuk mempromosikan destinasi yang ada di sekitar pelaksanaan Sleman Temple Run,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, Senin (16/11/2023).

“Nanti otomatis okupansi hotel akan meningkat. Terus kemudian jumlah kunjungan wisatawan juga akan meningkat. Spending money-nya juga akan meningkat,” ucap dia.

Ishadi juga memastikan perhelatan Sleman Temple Run 2023 akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana kategori yang dilombakan yakni 5K, 15K, dan 30K. Lalu para peserta juga bakal disuguhi berbagai pertunjukan kesenian di sepanjang rute lari.

Sebagai contohnya di Watu Balik pelari disuguhi Jathilan Turonggo Macho Budoyo. Di Umbulsari, warga juga akan menampilkan kesenian Reog Sembrani, di Candi Boko, warga menampilkan pentas Srandul Margomulyo, di Candi Ijo ada Jathilan Bokoharjo.

Sementara di Candi Barong ada juga Jathilan Gejog Lesung, disusul di Watupayung akan ditampilkan seni dari Sangar Tari Breksi.

“Kemudian ada satu hal yang baru lagi, yaitu pelari nanti akan melintasi Kraton Ratu Boko,” ungkapnya.

Ia mengatakan hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempromosikan keindahan peninggalan budaya yang ada di Sleman Timur lebih baik lagi. Sehingga dengan ekosistem sport tourism yang sudah beberapa kali dilaksanakan ini, pariwisata di Kabupaten Sleman semakin bergeliat lagi.

“Dan itu bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, karena kita sudah melibatkan masyarakat secara langsung di sektor seni,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Ia mengatakan agenda sport tourism yang akan digelar pada 5 November 2023 di Kompleks Candi Banyunibo Prambanan ini hampir mirip dengan konser musik yang mampu menarik orang dari luar kota untuk hadir ke DIY.

Kebanyakan pelaku sport tourism yang berasal dari luar cenderung akan menginap satu hari sebelum acara digelar. Sehingga keberadaan wisata olahraga ini menjadi pasar tambahan bagi pelaku perhotelan.

“Multiefek dari kegiatan ini pastilah sangat banyak termasuk lama tinggal di hotel,” pungkasnya.(lan)