News  

Puncak Syukur Ulang Tahun Ke-70 YSD, Dirayakan dengan Gelaran Jambore Nasional 2023

Suasana seremonial pembukaan Jambore Nasional Gukar 2023, yang diselenggarakan oleh Yayasan Santo Dominikus (YSD), Kamis (12/10/2023). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

bernasnews — Sebagai puncak perayaan syukur Ulang Tahun Ke-70 berdirinya Yayasan Santo Dominikus (YSD), sejak berdirinya tanggal 19 Mei 1953. YSD menggelar acara Jambore Nasional 2023, bertempat di Mecosh Glampcamp, Jalan Kaliurang, Pakem, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis – Sabtu, Tanggal 12 -14 Oktober 2023.

Acara Jambore bertema ‘One Heart. One Spirit, One Community to Realize Veritas Culture’ ini diikuti oleh 320 peserta, yang merupakan guru dan tenaga pendidikan dari 4 cabang YSD yaitu Cabang Cimahi, Cirebon, Purwokerto, dan Cabang Yogyakarta. Juga hadir Ketua Badan Pembina YSD, Ketua Kantor YSD, Pimpinan Kantor Cabang YSD, dan Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta.

Ketua YSD Sr. Albertine, OP, M.Pd mengemukakan, bahwa jambore adalah berkumpul bersama yang bertujuan agar semua guru dan tenaga kependidikan makin mantap dalam peran dan tanggung jawabnya untuk menghayati ‘One Heart, One Spirit, One Community’ sebagai support system dalam meujudkan budaya Veritas di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semakin mantap dalam kinerjanya untuk mengankat sekolahnya menuju keunggulan akademik dan karakter. Mampu melayani masyarakat atas dasar nilai-nilai dengan baik sehingga semakin banyak siswa yang dilayani dan meningkat dalam jumlah dan kualitas,” tutur Sr. Albertine.

Dikatakan, dalam usia yang ke-70 usia yang tidak muda lagi YSD berupaya untuk terus berbenah dengan motto Veritas yang terus diwujudkan dalan brand Upgraded – Responsive and Good Service, meMbuatnya terus menerus mengupgrade diri dan merespon aneka tantangan dan perubahan yang pesat saat ini dengan meningkatkan pelayanan yang baik.

Menurut Sr. Albertine, kegiatan jambore dipilih sebagai puncak syukur lantaran kegiatan ini diharapkan mampu memadukan kegiatan indoor dan out door dengan lebih luwes dan having fun serta mampu menghangatkan relasi. “Dengan kegiatan jambore ini banyak love language yang bisa dinyatakan baik dengan alam, maupun dengan sesama kolega secara lebih harmonis,” ungkapnya.

Ketua YSD Sr. Albertine, OP, M.Pd saat menyampaikan sambutan dalam seremonial pembukaan acara Jambore Nasional Gukar 2023. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Sementara, dalam sambutannya Ketua Badan Pembina YSD Sr. M. Elisabeth, OP mengatakan, bahwa jambore adalah perayaan besar atau pesta yang melibatkan massa yang banyak dan riuh. Jadi apabila dalam jambore ini banyak healing dan merenung tentu akan berubah menjadi retret. Menurutnya, jambore ini juga berkumpul sebagai satu keluarga merayakan seluruh aktifitas YSD.

“Ibaratnya dalam kinerja menyikapi masa depan kita ini harus mempersiapkan parasut dan siap untuk diajak naik pesawat terbang tinggi dan diterjunkan. Apa yang terjadi apabila parasut tidak mengembang? Kita hancur berkeping-keping digilas oleh kemajuan zaman,” pesan Sr. M. Elisabeth.

“Tapi bila parasut terbuka mengembang akan melayang menari dengan lincah dapat memainkan tali parasut sesuai dengan keinginan dimana akan mendarat. Kita semua berkumpul di sini dalam satu hati untuk satu semangat mewujudkan budaya Veritas yang dikembangkan dari pribadi Santo Dominikus yang terbukti telah 800 tahun lebih, yang membawa warta penuh kegembiraan,” lanjutnya.

Saat kita membicarakan ‘One Heart, One Spirit, One Community’ berati kita membicarakan filosfi kehidupan . Filosofi ini merupakan panggilan untuk kita semua, baik sebagai individu maupun  dalam komunitas untuk bersatu bersama-sama menghadirkan satu hati  yang penuh dengan kebaikkan dan semangat yang tek pernah padam, serta semangat komunitas yang tak tergoyahkan.

“Budaya Veritas atau budaya kebenaran adalah pondasi dari segala sesuatu yang kita upayakan. Dan dunia yang penuh dengan informasi serta disinformasi penting sekali adanya komitmen untuk melihat kebenaran dengan intergritas. Ini harus ada prinsip yang harus dihidupi dalam kehidupan sehari-sehari, khususnya sebagai pendidik dan karyawan di bidang pendidikan. Guru harus bisa digugu dan ditiru selama 24 jam nonstop,” tandas Sr. M. Elisabeth, OP. (ted)