SMK Marsudirini St. Fransiskus Semarang dan SMK Marganingsih Surakarta Mengadakan Kegiatan Bench Marking

Peserta foto bersama di depan halaman SMK Marsudiriini Negara Bali. ( Foto: Kiriman Mas Pande)

bernasnews — Sebanyak 18 guru dari SMK Marsudirini St. Fransiskus Semarang dan 19 guru dari SMK Marganingsih Surakarta mengikuti kegiatan Bench Marking atau Studi Tiru di SMK Marsudirini Negara Bali, Jumat, 29 September 2023.

Adapun maksud kegiatan studi tiru tersebut adalah menjalin silaturahmi, bertukar pikiran, diskusi  antar saudara sekandung SMK di Yayasan Marsudirini. “Selain itu, sekolah juga bisa mengetahui tahapan dari program kegiatan yang berhasil dan dapat ditiru sebagai acuan dan tambahan wawasan tentang SMK Marsudirini Negara Bali yang sudah menjadi Sekolah Pusat Keunggulan (PK),” ungkap Yohanes Sudarna, selaku peserta, dalam keterangan, Senin (9/10/2023).

Tata Busana, Culinary dan Perhotelan merupakan kompetensi keahlian yang dimiliki oleh SMK Marsudirini Negara Bali. Maka dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk melakukan observasi lapangan terlebih dahulu baik itu dalam kegiatan praktik di ruang tata busana, ruang laundry, ruang praktik jurusan perhotelan, ruang praktik culinary, ruang teaching factory maupun teori,

Kepala SMK Marsudirini Negara Bali Imelda mengatakan, bahwa beberapa materi dipilih untuk didiskusikan bersama, diantaranya budaya kerja, tracer study, bursa kerja khusus, penerapan P5 serta penggunaan model pembelajaran teaching factory.

“Dalam kegiatan bench marking atau studi tiru, guru-guru sangat antusias dalam diskusi mengenai apa yang sudah didapat dari hasil observasi baik itu kerjasama dalam membangun kinerja dan bagaimana cara dalam membentuk teamwork yang solid,” papar Imelda.

Suasana saat observasi lapangan di Ruang Praktik Tata Busana, SMK Marsudirini Negara Bali. (Foto: Kiriman Mr Bona)

Sementara itu, hal yang menarik dalam bench marking di SMK Marsudirini Negara Bali adalah Teaching Factor-nya, dimana pengembangannya dikelola dengan manajemen yang sederhana, sistem pembelajarannya pun tidak membebani para siswa dan orientasinya pada kompetensi siswa-siswi berkembang baik.

Harapannya melalui kegiatan bench marking ini kedua sekolah bisa menggali informasi yang didapat secara riil untuk dijadikan acuan dan penyesuaian kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang untuk sekolah masing-masing, khususnya di SMK Marsudirini St. Fransiskus Semarang.

Juga para guru diharapkan bisa merubah mindset dan menjadi teamwork yang solid untuk bekerjasama dalam menciptakan dan mengembangkan Teaching Factory pada jurusan Tata Busana, Multimedia  maupun Desain Kreatif Kayu Rotan. (zbd/ Mrs. Natalia, SMK St. Fransiskus Semarang)