Lain Dulu Lain Sekarang, Memaknai Hari Kelahiran Nan Unik

Seremoni tiup lilin dan memotong kue tart ulang tahun sebagai ungkapan rasa syukur. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

bernasnews – Banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur atau kegembiraan disaat seseorang menerima anugerah yang diantaranya meraih kesuksesan dalam cita-cita, naik kelas, lulus sekolah, selesai studi, diterima kerja, ulang tahun, bertunangan, pernikahan, menerima promosi jabatan kerja dan sebagainya.

Misal sebagai salah satu contoh dikala merayakan ulang tahun dengan meniup lilin, potong kue, bagi- bagi kado, nyanyikan lagu selamat ulang tahun dan semacamnya. Kondisi saat ini tentu sudah sangat berbeda dengan zaman dahulu dimana jika anak berulang tahun dirayakan dengan membagi-bagikan (Bhs. Jawa, bancakan) berupa nasi urap lengkap dengan lauk telur dan buah pisang yang tersaji dengan pincuk (bungkus daun pisang) kepada teman-temannya.

Ungkapan rasa syukur dengan cara bagi-bagi bancakan dalam adat Jawa semacam itu, khususnya di perkotaan sudah jarang ada atau langka dilakukan, bahkan kekinian telah menjadi tren merayakan ulang tahun di hotel, kafe, resto, rumah makan. Selain tidak ribet, perayaan ulang tahun yang digelar akan memberikan kenangan yang berbeda.

Sebagai contoh salah satu siswa SMA Swasta terkenal di Yogyakarta bernama Nagita Permara Rimalansa Putri, putri kedua dari 3 bersaudara pasangan dari Sigit Nugroho dan Hastiti Budi Utami, yang menggelar pesta ulangnya ke 17 (Sweet Seventeen) bersama teman karibnya, di Secret Garden Kafe, Jalan Prof. Dr. Amri Yahya, Yogyakarta, Sabtu malam (30/9/2023).

Menurut Tata begitu sehari-hari temannya memanggilnya, suasana pesta di luar bagi remaja putri yang menginjak umur 17 tahun bersama temannya mungkin jauh lebih asyik daripada diselenggarakan di rumah.

Di hari istimewanya itu, Tata mengudang teman akrabnya saat SD, SMP dan SMA sebanyak 17 orang sesuai dengan usianya yang telah menginjak 17 tahun. Tata nampak gembira bisa berkumpul dengan teman- teman lama dan asyik cerita sana sini di kala waktu kecilnya.

“Gembira bisa berkumpul dengan teman- teman lama. Sungguh mengasyikkan bisa cerita sana sini saat waktu kecil,” ungkap Tata, usai tiup lilin dan potong kue ulang tahun. (zbd)