News  

Obat Nyamuk Alami Dari Serai Karya Mahasiswa KKN UNY, Begini Cara Buatnya!

Serai dan bahan-bahan untuk pembuatan obat nyamuk alami karya Mahasiswa KKN UNY. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Serai (Cymbopogon citratus) adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur pengharum masakan maupun minuman. Dari serai inilah oleh Mahasiswa KKN 10834 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) disulap menjadi obat nyamuk spray (semprot) yang ramah lingkungan dan kesehatan, berbeda dengan produk pabrikan yang berbahan kimia.

Kelompok mahasiswa UNY tersebut adalah Ham Ananta Baharudin, Arni Febriyanti, Annisa Ana Sabilla, Asnan Munandar, Labal Rahmandito, Dwi Nurkholifan, Rinta Dwi Anugra, Nanda Firman Hadi, Muhammad Minto Aji Shodiq dan Indra Kurniawan, yang bertugas KKN berlokasi di Desa Dadapan, Sidoluhur, Godean, Kabupaten Sleman, DIY.

Ketua KKN Dadapan Ham Ananta Baharudin mengemukakan, bahwa pelatihan pembuatan obat nyamuk spray ini untuk melindungi diri sendiri dari serangan nyamuk, yang bisa dilakukan dengan menggunakan repelan atau bahan-bahan kimia anti nyamuk.

“Nyamuk merupakan salah satu serangga yang membawa banyak penyakit bagi manusia seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria. Hal ini sangat berbahaya,” ujar Ham, Jumat (29/9/2023).

Penanggungjawab pelatihan Rinta Dwi Anugra mengatakan, penggunaan serai sebagai obat nyamuk alami karena mengandung citronellol dan geraniol yang memiliki sifat repelan. “Selain itu juga mengandung metil heptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama sitronelal sebagai obat nyamuk semprot,” terang Rinta.

Suasana pelatihan membuat obat nyamuk alami berbahan serai oleh Mahasiswa KKN 10834 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Foto: Istimewa.

Alat yang digunakan adalah pisau, panci, kompor, saringan, baskom dan botol spray sebagai wadah obat nyamuknya. Sedangkan bahan yang dibutuhkan hanya serai, air serta etanol atau alkohol.

Lanjut Rinta menjelaskan, cara membuatnya kulit serai dikupas dari batangnya dan dibilas menggunakan air bersih. Serai dianginkan hingga kering dan dipotong kecil-kecil pada batangnya. Serai lalu direbus dengan perbandingan serai dan air sebesar 1:3 selama kurang lebih 30 menit hingga air serai yang tersisa selama proses perebusan kurang lebih 1/3 dari jumlah air awal.

“Air rebusan serai disaring dari sisa padatan serainya, setelah dingin  kemudian dicampur dengan etanol  70 persen. Perbandingan etanol dengan air rebusan serai adalah 3:1. Obat nyamuk serai kemudian dikemas dalam botol,” jelas Rinta.

Anggota KKN 10834 UNY Indra Kurniawan menambahkan, dengan pelatihan ini berharap masyarakat juga dapat membuat sendiri semprotan anti nyamuk dari serai. “Guna mengurangi bahaya terpapar bahan insektida atau bahan kimia lain yang kurang baik untuk kesehatan maupun bagi lingkungan yang berasal dari produk anti nyamuk yang banyak beredar di pasar,” ujar Indra. (ted)