News  

Upaya Pengoptimalan Perkebunan Buah, Mahasiswa KKN UNY Membuat Perangkap Lalat Buah Sederhana

Alat perangkap lalat buah sederhana karya dari mahasiswa KKNR 8380 UNY, di Dusun Bengkak, Kanigoro, Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. (Foto: Kiriman Humas UNY)

bernasnews — Pekebunan buah apabila dikelola secara baik berdasar prinsip-prinsip bisnis terkait tentu akan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan bagi pemiliknya. Selain pemupukan dan penyiraman tanaman secara berkala tentu juga disertai pencegahan penyakit tanaman dan hama pengganggu.

Salah satu hama yang mengancam pohon buah adalah lalat buah, jenis serangga ini akan membuat pohon gagal berbuah karena bunga yang menjadi bakal buah rusak atau pun kalau menjadi buah pun akan mudah busuk dan menurunkan kualitas buah yang dihasilkan.

Hal inilah yang menjadikan keprihatinan mahasiswa KKNR 8380 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang berkedudukan di Dusun Bengkak, Kanigoro, Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. KKNR 8380 UNY yang beranggotakan M. Azhari Ramadhan (Ilmu Sejarah), Andika Chandra Yudhatama (Teknik Manufaktur), Rizqi Khoirunnisa Windari (Administrasi.Publik), Salsabila Firda Azizah (Manajemen), Vara Dela Denis Saputri (Sastra Inggris), Devi Qusnul Qotimah (Manajemen), Hilmi Ardian Permana (Fisika), Aulia Nur Haliza (Sastra Indonesia) dan Fatonah Azahro Anhar (Biologi), membuat perangkap lalat buah sederhana dengan petrogenol.

Ketua Kelompok KKN M. Azhari Ramadhan mengemukakan, bahwa proyek perangkap lalat buah ini berdasarkan informasi dari petugas penyuluh pertanian Kalurahan Kanigoro, Gunungkidul tentang masalah serangan lalat buah yang merusak hasil panen petani di desa Bengkak.

“Kami mengadakan pertemuan dengan para petani setempat dan mendengarkan cerita mereka tentang betapa merusaknya serangan lalat buah terhadap buah-buahan mereka. Dari sini tercetuslah ide untuk membuat perangkap lalat buah sederhana menggunakan petrogenol,” terang Azhari, saat ditemui di Kampus UNY, Rabu (27/9/2023).

Fatonah Azahro Anhar menambahkan, petrogenol berasal dari hormon seksual lalat betina. Pihaknya mendapat petrogenol dari toko pertanian lokal. Dengan menggunakan botol plastik bekas dan menambahkan petrogenol ke dalam botol, mereka berhasil merancang perangkap lalat buah  yang efektif.

“Setelah perangkap-perangkap ini selesai dibuat, kami para mahasiswa KKN mulai menempatkannya di kebun-kebun petani yang terkena serangan lalat buah. Kami juga memberikan pelatihan kepada petani tentang cara menggunakan perangkap ini dengan efektif,” ungkapnya.

Lanjut Fatonah menjelaskan, selama beberapa minggu secara rutin perangkap lalat buah diperiksa dan hasilnya sangat menggembirakan. “Perangkap berhasil menarik dan menangkap banyak lalat buah, mengurangi serangan lalat buah yang merusak hasil panen petani,” tandasnya.

Mahsiswa KKNR 8380 UNY foto bersama denganwarga setempat usai silaturahmi. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Andika Chandra Yudhatama mengatakan, bahwa selama tinggal di Desa Bengkak mereka juga terlibat dalam  berbagai kegiatan sosial dan komunitas sekaligus memperkuat ikatan dengan masyarakat setempat. Mereka juga mendiskusikan ide tentang cara menjaga pertanian berkelanjutan dan cara melindungi tanaman dari serangan hama di masa depan.

“Proyek ini tidak hanya membantu para petani melindungi hasil panen mereka, tetapi juga memberikan contoh tentang bagaimana pendidikan tinggi dapat berdampak positif pada komunitas lokal,” paparnya.

“Dengan kerja sama dan semangat kebersamaan, para mahasiswa berhasil memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat,” lanjut Andika.

Sementara, Salsabila Firda Azizah berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat menjadi lebih bersemangat dalam bertani dan meningkatkan produktivitas lahannya agar nantinya lahan mereka bisa dimanfaatkan secara optimal. “Dengan pengoptimalan lahan perkebunan yang dimilikinya akan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dusun Bengkak,” harap Salsabila. (*/ ted)