bernasnews – Kawasan wisata kuliner legendaris, Bakpia Pathuk bakal semakin lengkap dengan kehadiran Masjid Nurul Hidayah yang akan dibangun kembali ditandai dengan peletakan batu pertama renovasi pembangunan Masjid Nurul Hidayah dilakukan, Kamis (21/9/2023).
Sebagaimana diketahui, Masjid Nurul Hidayah yang berada di kampung Pathuk (Pathook), Kelurahan Ngampilan sebelumnya sudah berdiri sejak tahun 1985. Kala itu merupakan sebuah Langgar (Mushola) yang dikenal masyarakat sebagai Langgar Mbah Hanad, karena pendiri sekaligus sebagai pemilik adalah seorang tokoh masyarakat yang bernama H. Moch. Hanad.
Sesepuh takmir Masjid Nurul Hidayah, HM Yuslie Harun menyampaikan, Langgar yang awalnya relatif kecil sekitar 7×7 m² dan dimanfaatkan untuk tempat ibadah, kemudian pada tahun 1978 fungsi Langgar di rubah menjadi sebuah Masjid dan diberi nama Masjid Nurul Hidayah, dengan menambah luas bangunan menjadi 110 m².
“Seiring berjalannya waktu perkembangan dan kesadaran beragama di kampung Pathuk mengalami pertumbuhan yang signifikan, sehingga harus diadakan perluasan tempat ibadah tersebut. Pada tahun 1978 fungsi Langgar di rubah menjadi sebuah Masjid dan diberi nama Masjid Nurul Hidayah, dengan menambah luas bangunan menjadi 110 meter persegi dengan bangunan semi permanen, wakaf dari Ibu, Hj. Bandiyah Hanad,” kata Sesepuh takmir Masjid Nurul Hidayah, HM Yuslie Harun, Kamis (21/9/2023).
Yuslie Harun mengatakan saat ini posisi Masjid Nurul Hidayah berada di kawasan toko pusat oleh-oleh khas Yogyakarta yakni Bakpia yang terletak di Jl. Bhayangkara atau berdekatan dengan Pasar Pathuk.
Dengan adanya masjid itu, akan memberikan manfaat tentunya kepada para wisatawan kalau mencari tempat shalat dan toilet. Sehingga Masjid Nurul Hidayah tidak hanya untuk masyarakat kampung Pathuk saja tetapi juga para wisatawan yang belanja oleh-oleh Bakpia.
“Jumlah jamaah yang terus bertambah sehingga masjid perlu adanya perluasan. Berdasarkan kondisi tersebut keluarga Wakif, yakni Ibu Hj. Bandiyah Hanad kemudian mewakafkan lagi sebidang tanah plus bangunan seluas 140 meter persegi pada tahun 2000, untuk memberi fasilitas umat Islam di Kampung Pathuk dan para wisatawan,” ucapnya.
Sementara Ketua Panitia pembangunan masjid Nurul Hidayah, Priyo Arief mengatakan platform anggaran adalah sebesar Rp 2.157.000.000 (dua milyar seratus lima puluh tujuh juta rupiah) sedang anggaran yang tersedia oleh Panitia Pembangunan sebesar Rp 450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah), masih ada kekurangan sebesar Rp 1.707.000.000 ( satu milyar tujuh ratus tujuh juta rupiah).
“Kami Panitia Pembangunan mengharap uluran tangan para dermawan, melalui infaq, sodaqah Zakat Mal dan lain sebagainya, bisa disalurkan kepada kami,” ujar Priyo Arief.
Dijumpai terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyakini renovasi pembangunan Masjid Nurul Hidayah akan melengkapi potensi wisata di wilayah Pathuk.Huda juga optimis asas ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan semangat gotong royong dalam pembangunan masjid ini akan terwujud.
“Ini masjid merupakan inisiasi seluruh warga di Pathuk, kita sangat menghargai dan berdoa agar masjid ini segera selesai. Dan dengan tujuan mulia hadirnya tempat ibadah ini, dapat bermanfaat tidak hanya bagi masyarakat Pathuk, tapi terlebih-lebih bagi masyarakat yang berwisata di kota Yogyakarta,” imbuh Huda.
Huda yang melaksanakan peletakam batu pertama mengharapkan agar masjid tersebut benar-benar dibangun atas dasar takwa dan gotong royong sehingga membawa keberkahan untuk seluruh masyarakat.
Ia berharap agar pembangunan bisa dimudahkan sehingga nantinya dimanfaatkan dengan baik oleh warga.”Masjid ini dibangun dengan gotong royong, harapannya bisa menjadi masjid megah secara fisik maupun isi di dalamnya,” pungkasnya. (lan)












