Tim PKM AMIKOM Lakukan Giat Pengelolaan Green House Smart Farming

Suasana Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Telemonitoring. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Tim Pengabdi dari Universitas AMIKOM Yogyakarta melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), bertempat di Pedukuhan Tambak, Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pedukuhan Tambak merupakan pedukuhan yang berada di Kalurahan Ngestiharjo, Kabupaten Bantul, yang berada di pinggiran Kota Yogyakarta. Tim Pengabdi dari Universitas AMIKOM Yogyakarta, yaitu terdiri dari Banu Santoso selaku Ketua, sedangkan Anggota yaitu Fahrul Imam Santoso dan Dian Prasetya.

Penduduk di wilayah ini sudah cukup padat, sehingga untuk lahan pertanian pun menjadi semakin terbatas. Sementara lahan-lahan sempit masih ada di wilayah ini, yang dapat dimanfaatkan untuk bertani maupun melakukan penanaman tanaman holtikultura. Namun, saat ini cuaca semakin tidak menentu, sehingga waktu untuk penanaman menjadi lebih sulit.

Ketua Tim Banu Santoso mengemukakan, bahwa di Pedukuhan Tambak sudah terdapat green house berbasis IoT guna lakukan smart farming untuk tanaman holtikultura tetapi belum dikelola lantaran masih dalam tahap pengembangan.

“Berdasar hal tersebut, tim pengabdi berusaha membuat sebuah usulan tentang pengelolaan green house tersebut. Sehingga hasilnya dapat lebih maksimal dan mampu meningkatkan nilai ekonomis bagi warga Masyarakat,” terang Banu, yang didampingi oleh Fahrul Imam Santoso dan Dian Prasetya, selaku Anggota.

Dikatakan, Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan digitalisasi pertanian melalui Model Smart Farming, menggunakan teknologi Internet of Things (IoT), untuk membantu dalam monitoring tanaman, sehingga pertumbuhan dan hasil dari tanaman hortikultura menjadi optimal.

Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan melakukan Forum Discussion Group (FGD) antara Tim Pengabdi dengan mitra serta perangkat desa setempat, terkait tema pengabdian masyarakat yaitu tentang pengelolaan green house smart farming. “Pada FGD dibahas tentang rencana pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan bagi para pemuda karang taruna tentang sistem smart farming berbasis IOT,” papar Banu.

Pelatihan pengelolaan smart farming. (Foto: Istimewa)

Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak 2 kali, yaitu pada 30 Mei 2023, berupa sosialisasi tentang teknologi smart farming. Sementara kegiatan kedua berupa pelatihan dan pendampingan pengelolaan green house smart farming berbasis IOT. Kedua kegiatan ini bertempat di lokasi green house Pedukuhan Tambak, Ngestiharjo, Kabupaten Bantul.

“Pada pelatihan ini diikuti oleh para pemuda Karang Taruna, dengan narasumber Ibu Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng yang menjelaskan tentang sistem smart farming berbasis IoT secara umum. Kemudian dilanjutkan oleh Tim Pengabdi untuk menyampaikan pelatihan tentang pengelolaan smart farming yang sudah ada,” lanjut Banu Santoso.

“Selanjutnya, evaluasi dilaksanakan setelah kegiatan pelatihan dan pendampingan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui feedback dari mitra terkait pelaksanaan kegiatan PKM, melalui pengisian kuisioner untuk beberapa jenis aspek penilaian,”pungkasnya. (*/ nun)