bernasnews – Dorongan untuk melestarikan seni budaya terus dilakukan oleh berbagai belah pihak, satu di antaranya yakni di lingkup Kalurahan Argomulyo, Bantul.
Menyambut peringatan HUT Ke-78 RI, tadi malam Rabu (16/8/2023), Kalurahan Argomulyo itu menyelenggarakan berbagai pertunjukan di antaranya ada dalang cilik yang diperankan oleh Ataya Jihadin Sadidal, Dalang Cilik (8), siswa kelas 2 SD IT Anak Sholeh Sedayu.
Lurah Argomulyo, Bambang Sarwono mengatakan ada banyak potensi di wilayahnya itu dan dalang cilik itu juga menambah potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh Kalurahan, sehingga akan menambah nilai apalagi pihaknya saat ini tengah berupaya agar memperoleh predikat sebagai Rintisan Desa Budaya.
“Alhamdulilah tahun ini Argomulyo sudah menyusun profil budaya kalurahan dan salah satu potensi budaya di Kalurahan Argomulyo ini didukung dari padukuhan Sontrakan kita memiliki dalang cilik Ataya kerawitan, gejog lesung juga ada kesenian lain ini merupakan sumbangsih dari Sontrakan untuk melengkapi profil budaya Argomulyo. Dan kita juga sudah mendapatkan eevaluasi dan eklarifikasi sebagai rintisan desa budaya tahun ini dan kita harapkan tahun depan kita sudah mendapatkan SK sebagai salah satu rintisan desa budaya,” kata Lurah Argomulyo, Bambang Sarwono, Rabu (16/8/2023), malam.
Rintisan Desa Budaya sendiri merupakan program strategis Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang pelaksanaannya diserahkan kepada Kabupaten atau Kota dengan pembiayaan melalui Dana Keistimewaan DIY.

Adapun tujuan pembentukan Rintisan Desa Budaya sebagai bentuk upaya pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan potensi budaya di Kalurahan/Desa sehingga Bambang berharap wilayahnya juga bisa memperoleh predikat itu.
Disisi lain, ia berharap suguhan yang ditampilkan itu juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk ikut andil dalam meningkatkan potensi seni dan budaya yang dimiliki.
“Dengan adanya event event seperti ini lebih mengenalkan kepada generasi muda, dan generasi muda lebih mencintai potensi seni budaya nya ibaratnya nek wong jowone ora kehilangan jawanya, artinya potensi kita banyak dan kita harapkan ini nanti dilestarikan oleh generasi penerus,” ujarnya.
Kasubag Umum Kepegawaian Kapanewon Sedayu, Mujono mengaku terus mendukung pelestarian dayang cilik agar memberikan sumbangsih bagi Kalurahan Argomulyo untuk mencapai Rintisan Desa Budaya tersebut.
Ia mengapresiasi potensi yang dimiliki Ataya yang masih duduk di bangku SD itu dalam memainkan peran wayang dengan sangat baik.
“Pada dasarnya Kapanewon sangat mendukung adanya acara ini serta kedepan untuk Kalurahan Argomulyo bisa masuk ke rintisan budaya. Yang mana pemerintah pusat juga menggebor-gebor DIY ini Betul-betul istimewa tentang budaya.Festival Dalang Cilik tahun lalu pentas tanpa menghadirkan penonton secara langsung,” kata Mujono.

Sementara kakek dari dalang cilik itu, Widodo mengungkap bahwa potensi dalang pada Ataya itu sudah mulai terlihat sejak ia berusia 8 bulan. Bahkan Ataya mempelajari tokoh wayang itu secara autodidak dan bisa melakoni nya dengan baik.
Sejauh ini, Ataya sudah tampil di berbagai event yang berbeda, seperti di Kalurahan, sekolahan hingga acara lainnya.
“Jadi umur 3,5 tahun sudah hafal tokoh tokoh wayang itu. Dan ini tidak ada yang istilah Jawa ngoyak ngoyak, jadi dia tetap dari diri sendiri. Kalau ditanya cita citanya itu tetap jadi dalang. Kalau dulu itu otodidak, hanya saya ngasih tau ini tokoh ini. Sejak September 2022 saya masukan di sanggar seminggu sekali, ada gurunya,” pungkasnya. (lan)











