News  

Dalam Bingkai Guyub Rukun, Umat Bersatu Padu Membangun Lingkungan St. Alfonsus Jatimulyo

Usai misa memperingati Pesta Nama LIngkungan St.Alfonsus Jatimulyo, anak-anak foto bersama Romo V. Suparman, Pr. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

bernasnews — Umat Lingkungan St.Alfonsus Jatimulyo, Paroki St.Albertus Agung Jetis Yogyakarta menggelar misa memperingati Pesta Nama LIngkungan St.Alfonsus, bertempat di rumah Bapak Andreas Prastowo Nugroho, Kricak Jatimulyo, Kota Yogyakarta, Selasa malam (2/8/2023).

Ibadah misa ini dihadiri sekitar 75 umat, yang dipimpin oleh Romo V. Suparman, Pr, dengan tema ‘Guyub Rukun Mbangun Lingkungan’, yang maknanya seluruh umat bersama-sama bersatu padu untuk membangun lingkungan.

Dalam pesannya Romo V. Suparman mengajak semua umat yang ada di lingkungan St.Alfonsus untuk terus guyub rukun dalam membangun kebersamaan dalam paguyuban yang ada, serta saling mau terlibat dan melibatkan diri demi pelayanan Gereja yang lebih baik.

“Hal ini bisa terwujud baik, manakala ada Roh baik yang berkarya dalam masing-masing pribadi umat,” ungkap Romo V. Suparman.

Suasana misa pesta nama LIngkungan St. Alfonsus Jatimulyo yang dipimpin oleh Romo V. Suparman, Pr. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

Usai pelaksanaan misa anak-anak kecil, baik anak yang naik kelas atau lulus sekolah dan para lansia mendapat berbagai doorprize dari penyelenggara. Juga diisi acara penyerahan pengurus Lingkungan St.Alfonsus Jatimulyo, dari ketua lingkungan lama Fransiska Erlyna Manurung kepada ketua lingkungan yang baru Fransiska Haru.

Sebagai ketua lingkungan yang baru dalam sambutannya Fransisca Haru mengungkapkan rasa syukur bahwa ibadah pesta nama pelindung lingkungan St Alfonsus telah terlaksana dan berjalan baik. Juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan keterlibatan umat.

“Semoga kita senantiasa dapat menghidupi firman Tuhan untuk selalu tinggal dalam Kristus dan semakin berbuah. Juga ucapan terimakasih untuk semua yang telah membantu dalam persiapannya, baik dari pemikiran dan tenaga, serta para donatur yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” pungkas Fransiska Haru. (zbd)