bernasnews – Desa Wisata Ngestirejo merupakan desa yang kaya akan potensi wisata alam dan budaya, terletak di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagaimana tidak, Desa Wisata Ngestirejo satu ini memiliki potensi wisata yang menarik, seperti pantai, paket wisata, jeep, snorkeling, dan lainnya.Selain itu, terdapat beragam potensi ekonomi lokal termasuk beberapa kelompok UMKM yang berperan dalam pengembangan desa ini, seperti kelompok yang memproduksi makanan Pathilo, lilin aromaterapi dari minyak jelantah, serta Wisata Edukasi ‘Lelaki Sintal’ atau Lele Lahan Kering Sistem Terpal.
Dengan berbagai potensinya, STP AMPTA yang di prakarsai oleh Dr. Ayu Helena Cornellia mengatakan sangat disayangkan bahwa UMKM di Desa Wisata Ngestirejo belum dikenal secara luas, meskipun saat ini sudah banyak media pemasaran digital yang dapat digunakan untuk dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Namun sayang ada keterbatasan sumber daya manusia Desa Wisata Ngestirejo dalam penerapan pemasaran berbasis teknologi seperti media sosial dan website,” kata Dr. Ayu Helena Cornellia dalam keterangan yang diterima bernasnews, Selasa (1/8/2023).
Oleh karena itu, sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang pariwisata yang berdedikasi untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, berinisiatif untuk membantu Desa Wisata Ngestirejo dalam meningkatkan pemasaran secara online.
Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Senin, 31 Juli 2023, dengan materi yang relevan sesuai dengan kebutuhan dan potensi pemasaran UMKM di desa tersebut.
“Peserta akan diajak berdiskusi tentang tips pengembangan pemasaran UMKM. Peserta terdiri dari 15 UMKM yang berdomisili di desa wisata Ngestirejo,” jelas Ayu.
Melalui acara pelatihan ini, diharapkan para peserta UMKM akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa mereka di pasar digital.
“Selain itu, diharapkan pelatihan ini juga dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Desa Wisata Ngestirejo untuk lebih memahami pentingnya pemasaran berbasis teknologi dalam meningkatkan potensi kekayaan alam dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” tandasnya. (lan)











