bernasnews – Perkembangan wilayah perkampungan di Kota Yogyakarta dalam kaitan sejarah tidak bisa lepas dari keberadaan Kraton Yogyakarta. Pasalnya beberapa wilayah kampung bisa dikata berbasis dari pemerintahan kraton menilik dari toponame kampung yang ada.
Ada tiga jenis nama atau toponame kampung antara lain nama kampung berdasar nama bangsawan kraton, berdasar keahlian atau profesi abdidalem, dan nama kampung berdasar tempat tinggal bregada prajurit Kraton Yogyakarta.
Guna menambah wawasan tentang sejarah dan nama kampung, Pemerintah Kelurahan Panembahan melalui LPMK Panembahan menyelenggarakan Saresehan Asal Usul Kampung Pesindenan di (Wilayah) Kampung Suryoputran, bertempat di Balai Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Jumat (21/7/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP, Ketua Kampung Suryoputran sekaligus Wakil Ketua LPMK Panembahan H. Bandrio Utomo, SE, Ketua RW/ RT se Suryoputran, dan tokoh masyarakat kampung setempat. Menghadirkan narasumber/ pemapar Purnawan Widodo, S.S., sebagai Moderator Marwito, BSc.
Bandrio Utomo dalam sambutannya mengemukakan, bahwa kegiatan saresehan ini merupakan hasil dari kegiatan Musrenbang beberapa waktu lalu. Menurut Bandrio, asal usul kampung Pesindenan ini apabila ditelaah memang cukup menarik. Sebagai warga Suryoputran dan bertanya pada beberapa sesepuh kampung soal dinamai Pesindenan juga tidak begitu paham detail sejarah maupun tepat wilayahnya di mana.
“Semoga kegiatan ini juga bisa memotivasi RW yang lain, yang ternyata di Suryoputran ini selain kampung Pesindenan, ada kampung Sekulanggen. Juga ada kampung Keparakan dan Kampung Pulau Segaran, yang generasi kekinian tentu tidak paham lantaran telah jarang orang menyebutnya,” kata Bandrio.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro mengatakan, di wilayah kraton itu banyak potensi yang ada, termasuk ciri khasnya. Sehingga potensi-potensi yang luar biasa perlu digali terkait untuk polarisasi kepentingan pariwisata, yang membutuhkan proses.
“Terutama wilayah Suryoputran yang dekat dan wilayah memangku langsung kraton. Selain merupakan amanat dari Musrenbang, jadi ke depan tentu tidak hanya kampung Pesindenan namun juga kampung Siliran, yang pelu kita diskusikan bareng sebagai gambaran riil dari wilayah atau kampung tersebut,” jelasnya.
“Suatu gambaran riil dari para sesepuh kampung karena sesepuh ini tentu ada gegayutan atau keterkaitan dengan refrensi-refrensi yang ada sehingga sejarahnya akan jadi lebih tampak. Ini sangat luar biasa sekali. Monggo untuk kampung Pesindenan bisa kita diskusikan bersama yang bisa menghasikan kajian budaya, yang kedepan bisa jadi potensi terkait pariwisata,” lanjut Murti Buntoro.
Dalam paparannya, Purnawan Widodo mengungkapkan, bahwa didalam pencarian refrensi-refrensi yang paling mumpuni atau cukup lengkap dibanding kampung lain adalah Kampung Pesindenan. Menurut Purnawan, refrensi kampung yang lain sangat minim lantaran yang bersumber leterasi dari kraton hanya beberapa kalimat tapi untuk mengurainya cukup susah.
“Namun ketika ada tantangan untuk mencari refrensi kampung Pesindenan itu, alhamdullah ada saja refrensi yang saya dapatkan. Kalau kita bicara kampung-kampung berdasar tata kota Kraton Kasultanan Ngayogyakarta sekarang kebanyakan tinggal nama atau sering disebut dengan toponame,” terang Purnawan.
Dikatakan, toponame adalah ilmu bahasa yang membahas asal usul penamaan suatu tempat, wilayah atau suatu bagian lain dari permukaan bumi. Termasuk yang bersifat alam seperti pegunungan, lautan, sungai. Dan yang bersifat buatan seperti kota, gedung, dan jalan.
“Contoh bersifat alam, pegunungan ada kampung atau dusun bernama Perengan. Bahkan saya pernah menemui di Kulon Progo ada dusun bernama Bendungan,” beber Purnawan.
Kampung adalah sebuah wilayah yang terdiri dari beberapa rumah (tempat tinggal), Sementara yang berdasar keahlian dari para abdi dalem kraton itu dibagi tiga, pertama nama pangeran atau bangsawan, berdasar abdi dalem prajurit, dan berdasar keahlian yang salah satunya kampung Pesindenan.
“Menyebut kata pesinden tidak lepas dari karawitan. Pesinden adalah sebutan bagi sosok wanita yang pandai melantunkan melagukan tembang dengan cengkoknya. Karawitan itu dimulai sejak HB I, bahkan zaman sebelumnya telah ada yang dibuktikan dengan adanya relief karawitan di Candi Borobudur,” papar Purnawan.
Kasultanan Ngayogyakarta ini bisa disebut seni karawitan ini bangkit sejak pemerintahan HB VII dan HB VIII juga bisa disebut masa kejayaan. Pasalnya pada masa-masa sebelumnya merupakan masa yang penuh kejolak, peperangan dengan penjajah serta adanya beberapa kejadian dari internal kraton sendiri.
“Sehingga pada masa HB VII dan HB VIII bisa dikatakan mulai banyak masyarakat yang ingin menjadi atau belajar menjadi pesinden. Kraton yang sering menggelar karawitan untuk hajatan maupun secara mendadak ada tamu agung, maka kebaradaan abdi dalem sinden sangat dibutuhkan sehingga diperlukan sebuah tempat tinggal bagi pesinden yang relatif dekat dengan kraton,” ujar Purnawan.
Sementara dalam sesi diskusi Saresehan Asal Usul Kampung Pesindenan yang muncul dan perlu kajian lebih mendalam adalah soal tepat wilayah Kampung Pesindenan tersebut, apakah secara kekenian termasuk wilayah RT 26 Suryoputran. Juga pembahasan sirnanya sebutan Kampung Keparakan dan Kampung Pulau Segaran, yang masih satu wilayah di RW 08 Suryoputran.
Larastiti Melati selaku warga mengusulkan, apabila pengampu wilayah atau dinas terkait akan membangun sebuah patung sebagai tetenger toponame Pesindenan, seperti halnya Kampung Patehan dan Kampung Nagan, di Kemantren Kraton. Ia berharap agar patung tetengger tersebut benar-benar menggambarkan pesinden seorang abdi dalem kraton.
“Pesinden selaku abdidalem beda dengan sinden secara umum. Pesinden abdidalem kraton itu busananya khusus, kebaya Janggan dengan kain motif kembang batu warna hitam. Bersanggul tekuk dan memakai samir sebagai bentuk sedang ngayahi tugas, duduknya pun bersila khasnya wanita,” terang sesepuh kampung, yang juga berprofesi sebagai perias pengantin adat Jawa. (ted)












