bernasnews – Perempuan diharapkan dapat berkiprah dalam dunia politik, mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Narasita menyelenggarakan pelatihan pendidikan politik bagi perempuan gelombang II, yang dikhususkan bagi Anggota BPKal dan Dukuh perempuan di Kabupaten Sleman.
Kegiatan yang dilaksanakan tiga hari, Senin – Rabu, tanggal 12 – 14 Juni 2023, bertujuan untuk meningkatkan peran dan kesetaraan gender dalam bidang politik agar perempuan lebih berani berkiprah di kancah dunia politik yang selama ini masih sedikit. Sebagai contoh, anggota DPRD Kabupaten Sleman baru mencapai antara 13 persen sampai 15 persen, padahal seharusnya minimal 30 persen. Pelatihan ini juga dihadiri oleh Kepala P2AP2KB Kabupaten Sleman, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan P3AP2KB Sleman, dan Ketua Narasita.

Dalam sambutannya, Kepala DP3AP2KB Wildan Solichin,S.IP, MT mengemukakan, bahwa perempuan harus berani dan mau berbicara yang efektif dan efisien dalam mengambil keputusan. Menurut Wildan, pihaknya sudah memberikan waktu dan ruang untuk perempuan berbicara dan menyuarakan hak –haknya.
“Monggo silahkan dimanfaatkan, kalau tidak mau ya sudah tidak akan sampai aspirasinya. Pasalnya yang terpenting adalah kwalitas perempuan yang mau dan bisa berbicara,” terang Wildan, Senin (12/6/2023).
Pelatihan Pendidikan Politik bagi pejabat public perempuan Kabupaten Sleman, hari pertama ini diikuti sekitar 20 orang, dengan beberapa materi diantaranya HAM dan Gender oleh Ketua Narasita Renny A.Frahesty, Gerakan Perempuan dan Politik Keterwakilan oleh Ari Indah Hayati, Mantan Anggauta DPRD Bantul, dan Kepemimpinan Perempuan oleh Dra. Sri Rejeki, Anggota Narasita. (nun)











