Guna Meningkatkan Pelayanan Nasabah DIY, Bank MAS Buka Kantor Cabang Ke 37 Di Yogyakarta

Dari kiri, Direktur Utama Bank MAS Ho Danny Hartono, Kepala Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan, Kepala OJK DIY Parjiman, Direktur Bisnis Bank MAS Fely Retnowati, dan Regional Manager Marketing Sulistijati Widjaja. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sengaja dipilih menjadi lokasi pembukaan kantor cabang baru lantaran pertumbuhan ekonominya tinggi. Di samping itu, DIY merupakan pangsa pasar yang sesuai segmen Bank MAS, di mana bank ini mengembangkan usaha di sektor komersial dengan tetap memperhatikan UMKM. 

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Bank MAS Ho Danny Hartono dalam Opening Ceremony Pembukaan Kantor Cabang Bank MAS Yogyakarta, Jumat pagi (9/6/2023).

PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Bank MAS) membuka kantor cabang baru di DIY. Kantor Cabang ke-37 berlokasi, di Jalan Margo Utomo, nomor 63, Kota Yogyakarta.

“DIY merupakan wilayah dengan struktur ekonomi yang di antaranya didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan. Juga penyediaan akomodasi dan makan minum, merupakan pangsa pasar yang sesuai untuk Bank MAS,” kata Ho Danny Hartono, dalam keterangannya.

Lebih lanjut Ho Danny menjelaskan, di tengah digitalisasi perbankan, bank di bawah naungan Wings Grup tersebut juga turut melakukan digitalisasi layanan. Sementara di sisi lain, pihaknya juga tetap melayani transaksi konvesional di kantor cabang. 

“Jadi semuanya berjalan, mobile banking jalan, bahkan mendominasi transaksi. Kemudian konvensional juga berjalan, ini untuk memfasilitasi nasabah yang melakukan transaksi besar. Harapannya bisa melayani sektor atas, menengah, kecil, hingga mikro. Dan nanti produk layanan akan semakin bertambah, seperti pinjaman online, deposito online,” bebernya.

Dikatakan, Bank MAS sendiri sudah beroperasi sejak tahun 1993. Selanjutnya menjadi bagian dari Wings Group pada Desember 2013. Tiga tahun kemudian, Bank MAS memperoleh izin  untuk beroperasi sebagai Bank Devisa. 

“Pada Juni 2021, Bank MAS secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Hingga akhir Mei 2023, aset Bank MAS telah mencapai Rp 22,04 triliun dengan dana simpanan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 18,06 triliun,” ujar Ho Danny Hartono.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Parjiman mengemukakan, bahwa digitalisasi perbankan memang harus dilakukan. Sehingga dapat memacu inovasi produk yang lebih baik. Di samping itu, transformasi digital juga harus selaras dengan tata kelola IT. 

“Kami harapkan perbankan memperkuat tata kelola managemen risiko. Memperkuat IT hingga memanfaatkan AI,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap kehadiran Bank MAS dapat memperkuat ekonomi nasional, khususnya daerah. Pasalnya perekonomian DIY ini 99 persen dari sektor UMKM. “Harapannya Bank MAS fokus ke penyaluran kredit UMKM. Selama pandemi kemarin DPK lebih tinggi, dan sekarang kredit mulai bertumbuh lagi,” tandas Parjiman.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan menambahkan, bahwa pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan I, Tahun 2023 mencapai 5,24 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, hal ini merupakan peluang bagi sektor perbankan. 

“Kalau pengeluaran DIY dominan konsumsi masyarakat, dan ini memang jadi tumpuan DIY. Ketika konsumsi tinggi, maka ekonomi tinggi. Ini juga yang dijaga pemerintah. Peluang ini bisa diraih oleh Bank MAS,” ujar Budiharto Setyawan. (*/ nun)