bernasnews – Untuk kesekian kalinya, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Pameran Kriya Indonesia sebagai salah satu sarana promosi yang menampilkan aneka produk lokal unggulan dari berbagai daerah di Nusantara.
Bahkan selama ini pameran menjadi wadah untuk mendekatkan produk lokal agar dikenal luas oleh masyarakat sehingga dapat dengan mudah memperluas pangsa pasar baik di dalam hingga luar negeri.
Kepala Bidang Industri Logam dan Aneka Sandang Disperindag DIY, Dody Junianto mengatakan sebanyak 50 UMKM di Nusantara ikut terlibat dalam Pameran Kriya Indonesia 2023 yang digelar di Pakuwon Mal Yogyakarta.
Menurutnya ini jadi ajang yang bagus lantaran perekonomian daerah sangat dipengaruhi oleh industri kreatif yang mayoritas terdiri dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Ini jadi salah satu upaya untuk memberikan dukungan dan fasilitas kepada UKM dan IKM produk kriya dalam melakukan promosi dan pemasaran di masa kondisi perekonomian dunia saat ini yang sedang bergejolak,” kata Kepala Bidang Industri Logam dan Aneka Sandang Disperindag DIY, Dody Junianto, Kamis (1/6/2023).
Dody menuturkan para pengunjung mal bisa mendapatkan aneka produk kerajinan yang unik dari berbagai daerah.
Menurutnya, kualitas produk lokal tidak kalah saing jika dibandingkan negara lainnya.Di sisi lain, ia juga menyakini bahwa Pameran Kriya bisa menyokong dalam meningkatkan kinerja ekspor yang belakangan ini memang sedang digencarkan oleh Pemerintah.
“Hasil transaksi penjualan pada saat pameran merupakan bukan merupakan target utama bagi para pelaku usaha namun justru kontak dagang atau order yang berkesinambungan pasca pameran yang lebih diharapkan. Karena transaksinya untuk jangka panjang dan nilainya pun tentu jauh lebih besar,” ucapnya.
Direktur PT Aaliyah Cipta Pradana sekaligus Ketua Panitia Pameran Kriya Indonesia 2023, Januaransyah Basuki menambahkan pameran yang diikuti para pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia, dengan aneka ragam etnik sesuai kearifan lokal itu menjadi daya tarik yang luar biasa.
Adapun kerajinan kriya yang dihadirkan antara lain kriya logam, kriya batik, kriya kayu, kriya kulit dan kriya keramik. Selama pameran 4 hari itu, pihaknya menargetkan transaksi akan mencapai lebih Rp 1 miliar.
“Jadi mereka ke sini sekalian bawa barang barang (produk yang ingin ditampilkan) dan ini semua hasil karya mereka. Kita targetkan (transaksi) di atas Rp 1M selama empat hari,” katanya.
Saat dijumpai, salah satu peserta pameran dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaku sudah keempat kalinya mengikuti pameran Kriya di Yogyakarta.
Melalui pameran itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yulizar Adnan ingin memperkenalkan produk-produk unggulan yang ada di Bangka Belitung seperti yang ditampilkan saat ini ada kain tenun, batu Satam, pakaian adat, hingga makanan khas yang biasa menjadi andalan oleh-oleh.
“Kita target nya memperkenalkan produk-produk UMKM UMKM kita dan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada para UKM kami. Target transaksi tidak ada, tetapi mudah-mudahan laris manis pas pulang barangnya habis laris,” pungkasnya. (lan)












