bernasnews — Komunitas Pelaku Pariwisata Indonesia menggelar acara Halal Bihalal, bertemakan ‘ Jalin Silaturahmi Meningkatkan Sinergitas Memajukan Pariwisata Indonesia’, bertempat di Sindu Kusuma Edupark (SKE), Jalan Jambon, Kragilan, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Senin sore (22/5/2023).
Acara ini dihadiri oleh 300 peserta Pelaku Pariwisata Indonesia se-Jawa dan Bali, yang meliputi, pengelola destinasi wisata, perwakilan dari perhotelan, jasa tour dan travel, transportasi, toko oleh-oleh dan kuliner, produk UMKM yang terkait dengan pariwisata. Juga dihadiri peserta dari Medan, Sumatera Utara.
Tampak hadir beberapa tokoh penggiat dan pelaku pariwisata diantaranya Tazbir Abdullah, Mbah Ben, dan Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna) owner Krisna Oleh-oleh Bali. Acara dimeriahkan dengan gelaran tari kreasi moderen dari sanggar tari Sukma Abhinaya dan Gedruk Ayu dari Labarka, serta musik lengkap dengan penyanyi. Dipandu oleh MC Kocak Srundeng dan Trinil.
Lilik selaku Ketua Panitia mengemukakan, bahwa kegiatan ini semata-mata untk berkumpul dan bersilaturahmi, bertemu berbincang tentang bisnis pariwisata. Menurutnya, tidak ada motivasi lain atau bersaing acara tetapi kami panitia pun berasal dari beberapa komunitas.
“Kegiatan kali ini dengan tema ‘Jalin Silaturahmi Meningkatkan Sinergitas Memajukan Pariwisata Indonesia’, artinya kita berharap bahwa pertemuan hari ini juga sebagai ajang bertukar informasi, meningkatkan silaturahmi dan mengencangkan lagi sinergitas sehingga kita bisa memajukan pariwisata Indonesia,” terang dia.
Lebih lanjut Lilik mengungkapkan, jangan ada lagi pernyataan bahwa usahamu ora bakal maju nek ora ana aku. Kita semua dari unsur pariwisata memiliki peran yang sama pentingnya, baik dari biro travel, transport, guide, hotel, restoran, pusat oleh-oleh, serta penyedia pariwisata yang lain.
“Kalau masing-masing usaha menyatakan kowe mati nek ora ana aku, berarti tidak ada sinergitas yang baik. Oleh karena itu kita harapkan dari kegiatan ini maka terjalinlah sinergitas yang baik dan benar, tidak saling merugikan. Sehingga pariwisata bisa bangkit dan hidup kembali,” ungkap Lilik.
Dalam kesempatan yang sama, Tazbir Abdullah selaku Sesepuh Pariwisata DIY didaulat untuk menyampaikan ikrar Syawalan berupa ungkapan saling maaf memaafkan bagi yang hadir khususnya, serta kepada para pelaku pariwisata Indonesia pada umumnya. Mantan Kepala Dinas Pariwisata DIY itu juga memaparkan kondisi pariwisata saat terjadinya pandemi, dimana banyak negara di dunia yang juga mengalami keterpurukan dalam bidang kepariwisataan.
Selain itu, Tazbir juga mengajak semua insan pelaku pariwisata untuk melakukan Ikrar Pariwisata, sebagai berikut, Kami pelaku pariwisata Indonesia dalam rangka halal bihalal 2023, berikrar bahwa kami akan bekerja profesional dan mendukung upaya bersama untuk mempercepat pemulihan pariwisata DIY dan Indonesia.
Kedua, kami siap bersama pemerintah dan seluruh jajaran pariwisata untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga nama baik destinasi, yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Ketiga, Kami akan selalu berupaya menjaga kualitas pelayanan dan citra positif pariwisata dalam rangka mempertahankan DIY dan Indonesia sebagai distinasi wisata yang mendunia.
“Demikian ikrar kami disertai harapan semoga upaya mulia ini selalu mendapatkan ridho dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin,” pungkas Tazbir Abdullah.
Sementara itu, Gusti Ngurah Anom atau sering disapa Ajik Krisna dalam sambutannya memaparkan perkembangan usahanya dengan brand Krisna Oleh-oleh Bali yang telah menapaki usianya yang ke-16 tahun, dan merambah tidak hanya sebatas bisnis oleh-oleh saja namun hingga perhotelan, serta destinasi wisata kekinian dengan mengolaborasikan keindahan alam Pulau Dewata.
“Bagi teman-teman pelaku pariwisata kalau ke Bali jangan lupa untuk mampir ke Krisna, tetapi harapan saya utamakanlah berkunjung ke Pasar Sukowati terlebih dahulu dan Pasar Buwang karena pasar tersebut adalah masyarakat yang jualan di sana, selebihnya baru ke pusat oleh-oleh lainnya, tidak harus ke Krisna. Saya adalah pebisnis profesional dan senang dengan melihat perkembangan teman-teman di Bali,” ungkap Ajik Krisna, dengan bijak. (ted)












