bernasnews – Ada yang berbeda di kawasan Malioboro pada sore hari ini. Pasalnya sebanyak 288 siswa yang berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Bantul menggelar pawai edukasi dengan menggaungkan berbagai cara untuk melestarikan lingkungan kepada wisatawan.
Sebagaimana diketahui, minat turun tangan dan peduli terhadap persoalan lingkungan itu bukan monopoli kalangan tertentu.
Bahkan kondisi bumi yang mulai memprihatinkan itu mendorong semua orang untuk memiliki kesadaran betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Hal itu turut disadari oleh SMA 2 Bantul sebagai salah satu sekolah Adiwiyata. Setidaknya ada 4 poin yang dibawa oleh siswa-siswi dalam orasi pawai tentang bagaimana caranya menghemat air, menghemat energi, melakukan pengolahan sampah, hingga menjaga keanekaragaman hayati agar terus lestari.
“Sudah selayaknya kami harus peduli terhadap lingkungan. Untuk itu, anak-anak kami berkampanye atau pawai edukasi tentang bagaimana cara menghemat air, menghemat energi, pengolahan sampah, serta keanekaragaman hayati, yang disampaikan atau diorasikan oleh anak-anak kami,” kata Kepala SMA Negeri 2 Bantul Isti Fatimah di Kantor DPRD DIY, Minggu (21/5/2023).
Mengusung tajuk gaya hidup berkelanjutan yaitu ‘Bangkit Lebih Kuat, Berdiri Lebih Hebat dalam Semangat Merdeka Belajar’, para siswa itu tampil dengan kreasi yang apik dan ditonton oleh ratusan wisatawan yang sedang berada di kawasan Malioboro.
Waka Kesiswaan SMA 2 Bantul yang juga sebagai koordinator kegiatan, Yakun Paristri menjelaskan bahwa pawai edukasi ini merupakan bagian dari ‘Panen Karya’ Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.Selain untuk mengedukasi masyarakat, kegiatan itu juga memiliki tujuan untuk mengasah pikiran, keterampilan, berpikir kritis serta menggali kreativitas agar kedepan agar lebih bermakna.
“SMA 2 Bantul sebagai sekolah berbasis budaya juga ingin turut memperkenalkan budaya Di Yogyakarta. (Dalam penampilan nya) anak-anak mengenakan kain batik khas Yogyakarta, ada pula tarian khas Kabupaten Bantul, serta Reog Wayang yang juga dari Bantul,” ungkap Yakun Paristri.
Untuk menjaga kelestarian lingkungan itu tidak dapat dilakukan seorang sendiri. Oleh karenanya melalui pawai yang dihadirkan, mereka mengajak agar masyarakat dapat andil dan bekerja sama demi melestarikan lingkungan secara maksimal.
“SMA Negeri 2 Bantul mngajak seluruh warga khususnya masyarakat Yogyakarta agar bijak terhadap lingkungan,” pungkas orator pawai. (lan)












