bernasnews – Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas sarana atraksi yang ada di kawasan wisata Kaliurang Hargobinangun Pakem Sleman Yogyakarta, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI secara resmi menyerahkan dukungan sarana atraksi di kawasan wisata yang sudah sangat melegenda dan menjadi ikon pariwisata Kabupaten Sleman yaitu Kawasan Wisata Kaliurang.
Adapun dukungan sarana atraksi tersebut berupa penambahan 4 (empat) set peralatan olahraga luar ruang yang akan ditempatkan di kawasan Gardu Pandang Kaliurang dan 3 (tiga) unit bebek air beserta alat pengaman berupa pelampung yang akan ditempatkan di embung Tlogoputri Kaliurang.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr Frans Teguh mengatakan dukungan sarana atraksi pariwisata yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata untuk destinasi wisata Kaliurang itu menjadi komitmen yang tinggi dari Kementerian Pariwisata kepada Kabupaten Sleman untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata.
Menurutnya, kinerja kepariwisataan di Sleman saat ini dinilai sudah cukup baik, namun perlu diupayakan peningkatan dan pengembangan kualitas destinasi sehingga dapat meningkatkan pengalaman dan kenyamanan bagi wisatawan yang menumbuhkan kebahagiaan dan keseimbangan.
“Dengan adanya sarana atraksi luar ruang diharapkan pengalaman wisatawan akan semakin banyak dan bervarisi yang tentunya akan mendorong wisatawan untuk datang kembali secara berulang dengan mengajak keluarga, saudara dan handai taulan,” kata Frans Teguh, Jumat (12/5/2023).
Frans Teguh juga mengharapkan Pemkab Sleman selalu berinovasi dan berkompetisi secara positif dengan menawarkan “uniqe selling point” yang akan menarik lebih banyak wisatawan untuk datan secara berulang.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid, SH menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah memberikan dukungan sarana atraksi di kawasan wisata Kaliurang.
Ia mengatakan destinasi wisata Kaliurang akan semakin diminati oleh wisatawan, dikarenakan semakin banyak alternatif dan sarana pendukung pariwisata yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan.
“Selain Kaliurang memiliki peninggalan kesejarahan yang tinggi berupa cagar-cagar budaya jaman Belanda, pada saat ini juga sudah banyak tumbuh destinasi pendukung lainnya yang dikembangkan oleh pihak swasta maupun oleh masyarakat berdasar pengembangan pariwisata berbasis komunitas sepertinya Suraloka Zoo, Kaliurang Park, Tankaman Natural Park, dan Nawang Jagad, dll,” katanya.
Ishadi juga mengharapkan agar sinergitas dan kolaborasi antara stakeholder pariwisata dan semua lapisan masyarakat khususnya di kawasan Kaliurang.
“Lebih ditingkatkan lagi dalam upaya menciptakan kualitas destinasi yang unggul,” pungkasnya. (lan/ nun)











