bernasnews — Guna mempererat jalinan silaturahmi serta mengakrabkan antar warga masyarakat melaui lembaga – lembaga yang ada di Kelurahan seperti RT, RW, PKK, Karang Taruna, Rois, LMK, Bpkal dan yang lainnya, serta masih dalam suasana bulan Syawal 1444 H, Pemerintahan Kalurahan Balecatur dengan Kelembagaan Pemeritahan menyelenggarakan acara Syawalan Bersama, di kantor kalurahan, Rabu malam (10/5/2023).
Ikrar syawalan dilakukan oleh Murkija sebagai wakil dari lembaga kalurahan yang menyampaikan kepada Pemerintahan Kalurahan berupa permintaan maaf atas segala kekurangan yang diperbuat baik yang disengaja maupun tidak. Kemudian Lurah Balecatur Andri Septiyanto menerima ikrar syawalan tersebut, dengan menjawab dengan permintaan maaf kepada semua warga masyarakat apabila dalam menjalankan roda pemerintahan masih terdapat kekuranganan dan kesalahan, baik atas nama pribadi dan seluruh apparat Pemerintahan Kalurahan.
Sementara dalam sambutannya Panewu Gamping Drs H.Yakti Yudanto yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, bahwa pemerintahan tidak bisa berjalan dengan baik apabila tidak ada dukungan dari warga masyarakat. Menurutnya, semua harus saling bekerja sama dan saling mendukung terutama dari visi dan misi lurah dan itu merupakan progam pemerintah.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintahan Kalurahan Balecatur yang sudah menjembantani dan menfasilitasi acara syawalan ini, yang bisa mengakrabkan antara semua kelembagaan yang ada dengan pemeritahan di kalurahan. Harapan untuk kedepannya bisa menciptakan tugas pemerintahan yang lebih baik,” ungkap Yakti.
Dalam Hikmah Syawalan Pemerintahan Kalurahan Balecatur kali ini menghadirkan Ustad H. Rujito, M.Mpi, M.Pd dari Kulonprogo. Dengan gaya kocaknya Ustad Rujito menyampaikan beberapa hal di ataranya tentang etika, beberapa kesalahan umat kepada Allah, kepada sesama manusia dan kepada alam.
Juga beberapa hal tentang bagaiman umat hidup di masyarakat dengan baik, sehingga tidak menimbulkan petengkaran dengan adanya hal – hal yang berbeda yang ada di masyarakat serta beberapa filosifi dan symbol – simbol Jawa yang pada hakekatnya adalah terkait ajaran – ajaran agama yang baik. Acara syawalan ditutup dengan semua hadirin bersalam – salaman sebelum meninggalkan lokasi. (nun)












