bernasnews – Acara syawalan keluarga besar CV Manggar dan Klinik Intan Yogyakarta kembali digelar dalam suasana kekeluargaan, di Jalan Janturan 11 Yogyakarta, Selasa (9/11/2023). Selain sebagai ungkap syukur telah menjalani ibadah puasa selama sebulan, acara rutin tahunan ini juga untuk saling memaafkan antarkaryawan.
Pimpinan Klinik Intan Dokter Asdi dalam sambutannya mengemukakan, apa yang kita peroleh selama ini dapat bermanfaat bagi orang lain dan juga berkat bagi orang lain. Usahanya tidak mungkin akan berjalan lancar bila berdiri sendiri tanpa bantuan dari orang lain.
“Dari kita, oleh kita, untuk kita dan tentunya sekali lagi apa yang kita lakukan ini setidak-tidaknya untuk memberikan kehidupan kita yang lebih baik dan juga untuk memuliakan nama Tuhan. Selama kita masih menjunjung persatuan, kerukunan, saling memaafkan dan saling mendoakan akan menjadikan hidup kita lebih baik,” kata Asdi.
Syawalan bersama CV Manggar, Klinik Intan, Intrapola dan Londres ini didahului dengan doa dan hikmah syawalan oleh Toni, karyawan senior. Hadir pula ibunda dr. Asdi, Ny Ratna Sulanjari Soebijanto dan ibunda Yovieta Asdi, Ny Sutoyo
Dipandu pembawa acara Susi dan Pradita, pertunjukan pentas delapan divisi di grup usaha ini berlangsung dengan meriah. Tampil divisi Fisioterapi dengan lagu Koyo Jogja Istemewa, Farmasi dengan Kemesraan, Intrapola dengan Mendung Tanpo Udan, Manggar/Londres dengann Don’t Forget to Remember, Dokter dengan Andaikan Kau Datang Kembali, Pendaftaran yang diwakiliki Joko, Relfexsi dengan stand up comedy, dan Bidan/perawat dengan Ojo Dibanding- bandingke.
Tim juri yang terdiri dr Asdi Yudiono, Arif dan Suparjianto menetapkan divisi pendaftaran sebagai juara 1, disusul divisi lainnya.
Sejarah Klinik Intan
Pada kesempatan ini, staf Diana Retnaningtyas membacakan sejarah singkat Klinik Intan Tahun 1995, diawali dengan praktek dr. Asdi Yudiono di Jalan Masjid Nomor 3 Pakualaman Yogyakarta. Tahun demi tahun, praktek pribadi ini berkembang dengan baik, dan memerlukan perluasan tempat untuk memenuhi kebutuhan dan layanan pasien saat itu.
Pada tahun 2007, praktek dokter ini dikembangkan dengan adanya layanan fisioterapi serta dikembangkan menjadi Balai Pengobatan Intan.
Seiring dengan bertambahnya waktu dan kebutuhan masyarakat dalam layanan kesehatan, dokter Asdi mengembangkan layanan dalam satu atap yang terpadu, diantaranya layanan praktek Dokter Umum, Fisioterapi, Homecare. Selain itu juga pengembangan layanan kesehatan preventif bagi warga sekitar yang terbentuk dalam keikutsertaan di kepengurusan LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), Kelurahan Siaga, Posyandu Lansia dan Balita, dan peran serta aktif di bidang kesehatan masyarakat sekitar bersama Puskesmas Pakualaman.
Sesuai dengan aturan terbaru oleh pemerintah, Balai Pengobatan Intan berkembang dan berubah menjadi Klinik Pratama INTAN pada tahun 2012 sampai dengan sekarang. Klinik ini semakin berkembang dalam layanan kerjasama Instansi Bank (BCA, Mandiri), Inhealth dan lain-lain serta sebagai Mitra BPJS pada tahun 2014.
Sebagai persyaratan kemitraan dengan BPJS, maka pada tahun 2014 Klinik Pratama Intan menambah dokter umum (4 dokter), 2 bidan, 2 perawat serta administrasi dan fasilitas lainnya agar semakin melengkapi dan berperan serta dalam program JKN yang prima dan bonafide. (mar/Ricardo Marino, Mahasiswa Sosiologi UAJY)












