bernasnews – Belakangan ini, kualitas air di berbagai sumur yang ada di Kota Yogyakarta semakin menurun.
Bahkan kondisi air sumur itu akan berbahaya jika dikonsumsi sebagai minuman lantaran telah tercemar oleh nitrat (NO3) dan bakteri Escherichia coli (E.coli).
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Majiya mengaku siap memberikan supply air bersih bagi masyarakat.
Pihaknya mengaku saat ini sudah tidak ada lagi beban puncak dalam pelayanan air ke para pelanggan. Bahkan selama 24 jam sudah bisa melayani secara stabil.
“Kami akan berusaha (memberikan) pelayanan, air minum PDAM Yogyakarta ini akan aman. Aman baik dari fisiknya, bakteriloginya maupun kimia nya itu akan sesuai dengan ambang batas,” kata Direktur Utama PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Majiya, Jumat (5/5/2023).
Majiya memastikan bakal menyalurkan air bersih untuk masyarakat. Air yang dikelola oleh PDAM Tirta Marta itu dikatakan Majiya telah melalui proses sterilisasi.
Saat ini pelanggan PDAM yang memanfaatkan air minum sebanyak 31,5 ribu kepala keluarga dan 150an hotel. Karenanya berbagai inovasi akan terus dilakukan sekaligus memastikan air yang dikonsumsi aman.
“Harapan kami provinsi bisa merespon pemeriksaan air secara berkala karena sebagian berada di wilayah Kabupaten Sleman agar sesuai dengan Permenkes No 2 Tahun 2023,” ungkapnya.
Terkait dengan kebocoran pipa, Mujiya mengakui masih banyak terjadi. Terlebih pipa tersebut merupakan pipa lama dan ada pula yang terdampak gempa. Kendati begitu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera memperbaiki kebocoran pipa tersebut karena sudah disepakati oleh pihak terkait.
“Kebocoran pipa masih sekitar 29,7 persen, masih tinggi. Tapi anggaran yang sudah untuk memperbaiki sudah turun,” imbuhnya.
“Nanti diganti yang HDP, pipa dari asbes , PVC maupun pipa gym. Kan ada perhitungannya, misal daerah A baru terpasang 2 inch, nanti kita naikkan. Kita prediksikan tahun 2030 akan baik sekali,” pungkasnya. (lan)












