News  

Kapolda DIY Ajak Guru dan Para Pihak Ikut Atasi Kenakalan Remaja

Kapolda DIY Irjen Pol. Suwondo Nainggolan didampingi Direktur Binmas Kombes Pol Tartono dan Kasubbid Penmas Bidhumas AKBP Verena Sri Wahyuningsih saat menerima pegiat literasi Y.B. Margantoro dan Redaksi Majalah Literasi Guru di Mapolda DIY, Rabu (3/5/2023). (Foto : Humas Maligu)

bernasnews – Kepala Kepolisian (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Inspektur Jenderal Polisi Suwondo Nainggolan mengajak guru dan para pihak lainnya untuk ikut mengatasi kenakalan remaja di wilayah ini. Para generasi penerus bangsa yang sedang terlibat dalam kondisi buruk ini harus diselamatkan bersama.

“Ya saya ajak para guru, ibu-ibu dan elemen lain untuk ikut mengatasi bersama masalah ini,” kata Suwondo ketika menerima para guru dan pegiat literasi yang tergabung dalam Majalah Literasi Guru (Maligu) di ruang pertemuan pimpinan, Mapolda DIY, Jalan Ring Road Utara Yogyakarta, Rabu (3/5/2023).

Kapolda DIY didampingi Direktur Pembinaan Masyarakat Kombes Tartono dan Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Hubungan Masyarakat AKBP Verena Sri Wahyuningsih. Sedangkan dari tamu adalah pegiat literasi Y.B. Margantoro, dan Redaksi Maligu yakni Susy Ernawati, Praba Pangripta, Sugiyarti, Dewi Istiqomah, dan Yuniasari Tyas.   

Dalam menangani keprihatinan kenakalan remaja di wilayah ini, Kapolda DIY mengambil beberapa langkah untuk mengatasi. Di antaranya dengan deteksi inteligen, maksudnya tanpa sepengetahuan anak-anak remaja kalau polisi ikut memperhatikan gerak gerik mereka.

Menurut dia, langkah preventif diambil dari data dan fakta yang ada dalam masyarakat. Dapat juga dengan patroli bersama masyarakat untuk menekan kenakalan remaja yang sudah menjadi soal serius. 

“Anak-anak remaja kita terjebak di dalam kelompoknya yang negatif, namun mereka justru merasa bangga. Hal ini sudah sampai penegakan hukum. Kasus ini ditangani secara serius baik dari segi psikologis, sosiologi, dan seluruh komponen,” kata jenderal bintang dua ini.

Dalam berbagai kesempatan, bersama tim, Kapolda DIY terjun langsung ke lapangan memantau kondisi di lapangan sejak malam hingga terbit matahari. Giat patroli ini dilakukan untuk memberantas kejahatan jalanan.

Menurut Suwondo, ada juga upaya preventif kenakalan remaja dengan Gerakan Ibu Memanggil. Gerakan ini sebaiknya dilakukan serentak oleh tokoh-tokoh maayarakat dan organisasi keagamaan yang ada di masyarakat. Baik dari ibu-ibu PKK, ibu-ibu Muslimat, ibu-ibu Aisyiah, dan lainnya.

“Ibu-ibu itu adalah ras terkuat di dunia lho. Apalagi ibu yang menjadi guru. Makanya, kalau mereka kita libatkan dalam Gerakan Ibu Memanggil, kita percaya keadaan akan membaik,” kata Suwondo dengan senyum ramah.

Upaya memotivasi remaja

Kapolda DIY berharap untuk mengurangi atau mencegah kenakalan remaja diperlukan peran guru di sekolah. Langkahnya adalah dengan mengatur manajemen sekolah, membangun situasi komunikasi yang baik, dan menyediakan ruang gerak untuk berkreasi anak-anak.

Untuk memotivasi anak-anak remaja di sekolah juga dapat dengan mendatangkan para mahasiswa yang berprestasi, pemuda yang berkarya dan berdedikasi tinggi, orang-orang yang sukses di bidangnya. 

“Biarlah mereka mengatakan kepada adik-adik remaja bahwa kalian dapat sukses tanpa harus ikut kegiatan yang tidak bermanfaat,” kata dia seraya tersenyum.

Mengakhiri perjumpaan penuh kehangatan sekitar 1,5 jam di siang hari itu, Kapolda DIY Irjen Pol. Suwondo berharap kepada para guru tidak hanya mengajar, namun terlebih mendidik para generasi Z untuk menjadi pemuda penerus bangsa yang berkarakter. (mar)