News  

Sarasehan dan Refleksi Dies Natalis Ke-60 FBSB UNY : Berjuang Dalam Perubahan

Momen kebersamaan civitas akademika Fakultas Bahasa Seni dan Budaya(FBSB) UNY dalam acara sarasehan & refleksi Dies Natalis ke-60. (foto : Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Dies Natalis Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (FBSB UNY) ke-60, fakultas satu ini selalu memiliki pakem acara yang tidak boleh dilewatkan.

Adapun tema yang diangkat tahun 2023 ini yakni mengusung ‘Perjalanan Budaya, pergi-pulang: dari lokasitas menuju globalitas’.

Beberapa agenda kegiatan pun turut dilaksanakan di antaranya aneka perlombaan, sarasehan & refleksi, upacara rapat senat terbuka, garasi musik, pentas seni, seminar internasional, hingga temu alumni.

Dekan Fakultas Bahasa Seni dan Budaya (FBSB) UNY, Dr. Sri Harti Widyastuti, M.Hum. menyebut kegiatan sarasehan dan refleksi telah menjadi salah satu kegiatan rutin setiap kali menyambut Dies Natalis guna menjadi bahan pertimbangan untuk menata langkah kedepan yang lebih baik.

“Untuk dies kali ini kita agak berbeda dari tahun yang lalu terutama untuk upacara senat. Kita sudah matang dalam usia yang biasanya itu kita formal dengan patokan patokan yang sudah ada besok itu ada beberapa yang kita tambahkan yang kemudian ini menjadi penanda bahwa 60 tahun ini sesuatu yang istimewa,” kata Dekan FBSB UNY, Dr. Sri Harti Widyastuti, M.Hum, Senin (1/5/2023).

Sri Harti mengatakan 60 tahun bukan perjalanan yang sebentar. Tentu banyak pelajaran dan pengalaman manis pahit selama berkecimpung di dalamnya, terutama dalam membawa nama falkutas untuk mampu bersaing dengan falkutas serupa di perguruan tinggi lainnya.

Di sisi lain, Dekan FBSB ini juga menuturkan bahwa pihaknya selalu siap dengan perubahan akibat masifnya digitalisasi.

Acara Sarasehan dan Refleksi Dies Natalis ke-60 Fakultas Bahasa Seni dan Budaya UNY. (foto : Wulan/ bernasnews)

Dalam refleksi itu, pihaknya mengajak semua civitas akademika fakultas itu untuk segera mempersiapkan dan berbenah diri dengan meningkatkan kemampuan di bidang masing-masing.

“Kita sudah menggerakkan civitas akademika kita bersatu bersama-sama untuk kemudian kita berjuang dalam perubahan. Sehingga kita jadi luwes dalam perubahan. Kalau dulu misalnya ada perubahan ini kita harus mengisi itu semua, kan rata-rata mengeluh, sekarang tidak. Sekarang siap siap, kan itu sesuatu yang modal yang luar biasa. Untuk menjadi sukses itukan perlu modal,” jelasnya.

“Direfleksikan ada apa dan kemudian mau kemana dan juga bagaimana bisa kita diskusikan terkait dengan fakultas bahasa seni dan budaya. Hal yang merupakan ide-ide inovasi monggo silahkan disampaikan,” sambungnya.

Sebelum acara potong tumpeng dilakukan, Sri Harti mengatakan para civitas akademika FBSB menggelar perlombaan membuat tumpeng dan dimakan bersama saat sarasehan.

Adapun perolehan pemenang nya antara lain juara 1 dengan skor nilai 1245 oleh Departemen Pendidikan Seni Tari, juara 2 dengan skor 1210 Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan juara 3 dengan skor 1200 Departemen Pendidikan Bahasa Perancis.

“Selamat kepada para pemenang, juara 1 pendidikan tari, juara 2 pendidikan bahasa dan sastra, dan juara 3 pendidikan bahasa Perancis,” pungkasnya. (lan)