bernasnews – Maria, engkau bunga yang indah/dan kausebarkan indahmu/ kepada kami semua./ Kau tak mau berbangga akan keindahanmu,/ karena keindahanmu bukan berasal darimu/ tapi dari Yesus Puteramu,/ yang selalu terkandung di hatimu.
Maria, doakanlah aku selalu/ agar aku dapat menyebarkan keharuman-Nya/ agar di dunia ini aku juga boleh menjadi mawar indah seperti dirimu. Amin.
Demikian alinea awal dan alinea akhir puisi bertajuk Maria, Bunga yang Indah karya G.P. Sindhunata, SJ. (2018) di booklet Saat Menghela Napas – Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia.
Bulan Mei tiba, bagi umat Kristiani di seluruh dunia adalah bulan untuk berdoa secara khusus kepada Maria, Bunda Yesus Kristus. Baik di gereja sebelum misa sore hari, lingkungan paroki, maupun umat, diadakan doa rosario bersama.
Demikian pula Lingkungan Santo Mateus Mejing, Paroki Gereja Santa Maria Assumpta, Gamping, Sleman, Yogyakarta, dimulai Senin (1/5/2023) petang setiap hari selama satu bulan mengadakan doa rosario bersama.
“Untuk pekan pertama, dimulai di kediaman Bu Endro blok selatan. Setelah satu minggu, tempat akan bergeser ke blok lain,” kata ketua lingkungan Widodo.
Bersama Bunda Maria
Dalam latihan rohani bersama Santo Ignatius diungkapkan bahwa sejak kecil di lingkungan keluarganya dia diakrabkan dengan Bunda Maria. Ketika tinggal dalam keluarga Maria de Garin, ibu yang mengasuhnya, Santo Ignatius kecil sering berdoa di Ermita de Nuestra Senora de Olatz, Azpeitia. Selanjutnya, banyak peristiwa penting di dalam hidup pendiri Ordo Serikat Jesus itu Bunda Maria hadir.
Bagi Santo Ignatius, Maria tidak hanya perantara dekat doa-doa permohonan umat Kristiani namun juga teladan orang beriman yang setia dan teguh sejak penjelmaan Yesus sampai di bawah salib kematian Yesus hingga mengalami kehadiran dan penghiburan Yesus Kristus yang bangkit. (mar)












