bernasnews – Taman Kanak-Kanak (TK) Mater Dei Marsudirini Yogyakarta mengadakan acara ekspose Misi Penyelenggaraan Pendidikan Katolik dan Informasi Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Tahun 2023 di aula sekolah setempat, Sabtu (15/4/2023).
Acara ini dihadiri 52 orang tua siswa atau sekitar 70 persen dari undangan kepada orangtua kelompok bermain dan kelompok TK A. Kepala TK Mater Dei Marsudirini Yogyakarta Sr. M. Paulia OSF, M.Pd menyampaikan kegiatan proses belajar mengajar dan informasi tentang anggaran dan belanja sekolah tahun 2022/2023.
Pada kesempatan dialog, Kepala Sekolah mengucapkan apresiasi terima kasih atas peran dan dukungan dari orang tua serta mengharapkan terbangunnya komunikasi yang lebih intens dan konstruktif antara orang tua dan sekolah. Dengan demikian akan terbangun suasana yang nyaman, kondusif, terbuka dan partisipatif.
Disamping informasi kegiatan proses belajar mengajar dan keuangan sekolah, pada kesempatan ekspose ini juga disampaikan mengenai misi penyelenggaraan pendidikan Katolik serta struktur biaya pendidikan di TK oleh Ir. Yosef Adiwahyanta Staf Bidang Pendidikan Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta.
Mendidik itu tindakan harapan
Yosef Adiwahyanta menyampaikan seruan Paus Fransiskus tentang pendidikan, bahwa mendidik selalu merupakan tindakan harapan yang menyerukan kerjasama dalam mengubah ketidakpedulian menjadi cara berpikir yang mengakui saling ketergantungan kita untuk mengusahakan terwujudnya persaudaraan, perdamaian dan keadilan.
“Saat ini, ada kebutuhan untuk komitmen baru terhadap pendidikan yang melibatkan masyarakat di setiap tingkatan.
Nilai praktik pendidikan kita akan diukur tidak hanya dengan hasil tes standar, tetapi dengan kemampuan untuk mempengaruhi hati masyarakat dan membantu melahirkan budaya baru bagi terwujudnya persaudaraan, perdamaian, keadilan dan keutuhan ciptaan,” kata Yosef yang juga menyampaikan tentang biaya penyelenggaraan pendidikan.
Sebagai penutup, dibuka sesi tanya-jawab kepada orang tua yang hadir. Dua wakil dari orang tua siswa yang menyampaikan masukannya kepada sekolah sangat mengharapkan agar sekolah lebih terbuka dalam menerima saran/masukan serta ruang partisipatif, keterlibatan kemitraan khususnya kelas profesi.
Menurut Yosef, yang dimaksud kelas profesi ini adalah orang tua yang mempunyai keahlian memasak, melukis, musik dan sebagainya dapat membantu mengembangkan soft skill para siswa seturut dengan isi kurikulum TK yang diterapkan. Sehingga pada akhirnya mereka akan menjadi anak-anak yang semakin cerdas dan berkarakter. (*/mar)












