Grup Musik Asal Jogja Sebut Keberadaan Merchandise Penting untuk Pertahankan Eksistensi

Grup musik Shaggydog. Foto: wulan/bernasnews

bernasnews – Meski rilisan album kerap menjadi produk utama dari para musisi, hal lain yang sebenarnya tak bisa luput dari sepak terjang sebuah nama band di jagat industri musik adalah keberadaan merchandisenya.

Pasalnya, kehadiran merchandise itu dipandang sebagai wujud simbiosis mutualisme antara sang idola dan para penggemarnya. Kondisi ini kini disadari oleh salah satu grup musik legend asal Yogyakarta yaitu Shaggydog.

Manager Doggyhouse Records, Indra Menus mengakui merchandise telah menjadi salah satu aspek yang cukup penting untuk mendongkrak eksistensi sebuah band. Apalagi grup band yang berdiri sejak 1997 itu sudah berkarya puluhan tahun dan banyak anak muda yang mungkin saja tidak mengenalinya karena berbeda generasi.

Oleh karenanya, melalui merchandise yang dapat dibuat ke dalam berbagai macam bentuk itu, Indra berujar bisa menjadi alat pemasaran yang efektif untuk mempromosikan bandnya.

“Untuk design itu biasanya ada kolaborasi dengan beberapa seniman, kita kasih semacam lirik atau yang menceritakan tentang (Shaggydog), jadi mereka punya interprestasi masing-masing dari merchandise nya sendiri,” kata Manager Doggyhouse Records, Indra Menus, Selasa (4/4/2023), malam.

Setidaknya terdapat 10 jenis merchandise yang dihadirkan pada volume pertama ini, di antaranya berupa t-shirt, celana olahraga, tumblr, gelas muk, korek api hingga jaket hoodie.

Sementara Vocalis Shaggydog, Heru Wahyono mengatakan kehadiran merchandise ini sekaligus mengakomodir permintaan dari para penggemarnya.

Pasalnya, ini menjadi kali pertama Shaggydog menghadirkan aneka merchandise yang dapat dikoleksi oleh penggemar yang ‘gemar’ akan merchandise.

“Karena banyak yang nanyain, mas ini ada kaos nggak sih, ada Tumbler ga sih, akhirnya kita bikin satu rangkaian koleksi yang isinya macam macam,. Jadi kita bikin session 1, volume 1, ini kali pertamanya kita menghadirkan merchandise,” ucap Heru.

Heru juga tak menepis bahwa merchandise itu memberikan dukungan finansial bagi band nya selain manggung. Sebab, keuntungan yang diperoleh dari penjualan itu juga bisa menjadi sesuatu yang mendukung kelanggengan bandnya.

“Kemarin juga sudah sempat tergulung pandemi, kali ini kami mencoba melaunching kembali Doggy shop, dengan koleksi koleksi terbaru dari Shaggydog. Semoga dengan adanya launching merchandise baru Doggy shop ini kami semua dan juga band band di Jogja, bisa berkreasi lebih lagi di luar bermusik dengan (hasil penjualan) merchandise,” pungkasnya. (lan)