bernasnews — Umat Katolik merayakan Minggu Palma guna mengawali misteri Paskah yakni sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Demikian pula umat Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, DIY, mereka mengikuti misa kudus di gereja setempat, Minggu (2/4/2023) pagi. Misa dipimpin Vikaris Parokial Romo Stephanus Heruyanto W., Pr.
Didahului dengan upacara berkat daun palma di halaman gereja, umat mengangkat daun-daun palma yang dibawa dari rumah dengan menyanyikan lagu “Yerusalem, Lihatlah Raja-Mu”. Ini sebagai kenangan ketika Yesus yang dielu-elukan naik keledai betina memasuki kota Yerusalem lebih dari 2000 tahun silam.
Dalam homilinya, Romo Heruyanto mengajak umat untuk ikut memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan cinta kasih sebagaimana telah diteladankan Yesus.
Menurut romo, kisah sengsara Yesus Kristus dalam kitab suci menghadirkan dua tokoh yakni Yudas Iskariot dan Pontius Pilatus.
Yudas yang adalah murid Yesus tega menyerahkan gurunya ke musuh demi uang 30 keping perak atau setara Rp 4 juta saat ini. Dia kemudian memang menyesal, mengembalikan uang itu dan bunuh diri. Tapi kesalahannya tidak dapat dimaafkan.
Sedangkan Pilatus membiarkan Yesus ditangkap secara tidak adil dengan tuduhan palsu. Meski dia sudah diingatkan isterinya untuk tidak memperdaya Yesus, namun Pilatus tetap melaksanakan niatnya. Bahkan dia juga mengirim pasukan ke makam Yesus dengan tujuan agar mayat Yesus tidak dicuri murid-Nya.
Romo Heru pada kesempatan ini mendoakan umat untuk memperoleh rahmat Yesus Kristus agar mereka dapat saling membantu dalam memanggul salib kehidupan sehari-hari.
Misa kudus Minggu Palma ini diikuti cukup banyak umat dan berlangsung dengan khidmat. (mar).











