News  

Saat Alumni FK UGM 1986 Menulis Buku

Editor buku Kiprah FK UGM 1986 untuk Kampus & Negeri dr. Asdi Yudiono di Klinik Intan Yogyakarta, Kamis (30/3/2023). (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews –Rasa syukur, dinamika belajar dalam suka duka, terima kasih guru, persahabatan antarteman dan komitmen mengabdi dengan tulus di bidang kesehatan mewarnai perjalanan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Yogyakarta 1986 sampai kapanpun.

“Alumni digembleng dengan ilmu oleh para dosen yang luar biasa, dibersamai teman sejawat yang penuh akrab dan dipertemukan dengan masyarakat dalam praktek kesehatan. Hasilnya adalah para alumni sekarang dalam pengabdian kemanusiaan penuh semangat di seluruh penjuru tanah air,” kata seorang alumni FK UGM 1986 dr. Asdi Yudiono kepada bernasnews di Klinik Intan, Jalan Masjid 3 Pakualaman, Yogyakarta, Kamis (30/3/2023).

Mernurut dia, Sabtu 4 Maret yang lalu adalah momentum Malam Temu Alumni  Fakultas  Kedokteran,  Kesehatan  Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) Yogyakarta. Alumni FK 1986 menjadi panitia untuk perhelatan  yang  penuh  kenangan  luar  biasa  ini. 

Ada seremonial sambutan, pemberian penghargaan untuk alumni berprestasi, menyanyikan Hymne Gadjah Masa dan ditutup dengan pentas Wayang Wong 77 Tahun.

Di luar itu, ada upaya untuk memonumentalkan Temu Alumni FK-KMK UGM 2023 dalam bentuk penerbitan buku. Sebagian dari alumni FK 1986 menulis pengalaman empiris ketika studi di FK UGM, lulus, studi lanjut, pengabdian dan karya lanjut hingga kini. Berbagai kisah menarik, mengesankan dan bermakna tertuang dalam buku bertajuk Kiprah FK UGM 1986 untuk Kampus & Negeri ini.

“Semoga tradisi menulis di kalangan dokter, khususnya alumni FK UGM 1986 terus berlanjut. Hal ini sebagai upaya komunikasi literasi kesehatan masyarakat dan ikut melestarikan peradaban,” kata dokter yang murah senyum ini.

Penulis 43 orang

Menurut Asdi, ada 43 orang penulis yang karyanya terangkum dalam buku full color (Penerbit Mitra Mekar Berkarya, Yogyakarta, 2023) ini. Mereka adalah Andyda Meliala, Antonius Susanto, Asdi Yudiono, Daris Raharjo, Delima, Desiana Nurhayati, Dwi Anik Ermawati, Dwi Cahyani Ratna Sari, Efy Kusumawati, Elisabeth Sihwanti, Febri Harwiyan-dani, Feby Pramono, Feliks Duwit, Guntur Surya Alam, Hary Andriyanto, Ita Octawati, Krismini, D.I., Tuty Darmawati, Maulydia, Nenie Herawati.

Kemudian Noegroho Isti Donodjati, Nur Anna Chalimah Sa’dyah, Pujiwati, Purwoko, Rastri Mahardhika Prabawanti, Rima Fitriyani, Said Baraba, Saleh Al Mochdar, Sapto Harry K., Sajarwadi, Suyanto, Tolhas Banjarnahor,Triyanto Agoeng Noegroho, Tonny Hartanto. Mardhiyah Hanief, Umar Nur Rachman, Untung Gunarto, Widya Istanto N, Wigung Wratsangka, Yoyok Yohanes Supriyanto. Selanjutnya Widyastuti, Ratna Dewi Kusumaningrum dan Yanri Wijayanti Subronto.

Dari 43 naskah tersebut, dapat diklasifikasi dalam tiga bagian. Yakni dinamika sebelum studi di FK UGM, kemudian selama belajar di kampus, dan berkarya di masyarakat.

Dinamika sebelum studi di FK UGM antara lain berjudul Sakit, Profesi dan Keberuntungan; serta Jadi Dokter karena Ingin Mengobati Ibu.

Selama belajar di kampus antara lain, Teman-teman FK UGM Saling Mendukung, Ujian Pertama Koasistensi di RS dr. Sardjito, Banyak Memperoleh Nilai Luhur di UGM.

Sedangkan setelah berkarya di masyarakat menghasilkan karya seperti : Melayani Banyak Pasien di Desa pada Pasaran Wage, Catatan Alumni FK UGM di Papua, Menjadi Dokter yang Memasyarakat. (mar)