News  

IHT: Mengembangkan Budaya Veritas Menuju Keunggulan Akademik dan Karakter

Acara selebrasi pembukaan giat In House Training (IHT), dengan tema ‘Mengembangkan Budaya Veritas Menuju Keunggulan Akademik dan Karakter’ oleh Yayasan Santo Dominikus di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPMPV) Seni dan Budaya, Kamis (30/3/2023). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

bernasnews — Dalam rangka memasuki tahun ajaran 2023 – 2024, Yayasan Santo Dominikus menyelenggarakan acara In House Training (IHT), dengan tema ‘Mengembangkan Budaya Veritas Menuju Keunggulan Akademik dan Karakter’, Kamis – Sabtu, Tanggal 30 Maret s.d 1 April 2023.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPMPV) Seni dan Budaya, Jalan Kaliurang, Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. IHT yang digelar selama tiga hari ini dihadiri 112 peserta. Menghadirkan nara sumber Rm. Yuvensius Deny Sulistiawan, M.Hum, Pr dan Dr. Sudayat.

Sementara peserta meupakan perwakilan Yayasan Santo Dominikus di antaranya Kepala Kantor Cabang, Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Waka Humas, Pastoral Sekolah Unit, dan Suster-suster Pendikan, dari Kantor Cabang Yogyakarta, Purwokerto Jawa Tengah, Cirebon dan Cimahi Jawa Barat.

Sr. Albertine, OP, M. Pd selaku Ketua Kantor Yayasan Santo Dominikus saat memberikan sambutan. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Ketua Penyelenggara IHT 2023 Agustina Nuranisah Safriatun, S.Ag dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan IHT ini untuk memempersiapkan Tahun Veritas yang kedua dimana dalam giat ini panitia beserta yayasan memiliki harapan yang ingin dicapai oleh peserta. Yakni peserta mampu memahami tentang budaya Veritas yang akan diinternalisasikan dan diwujudkan secara pribadi maupun bersama-sama dalam komunitas tiap unit sekolah.

“Kami juga berharap setiap peserta makin patuh pada Core Value Sekolah Dominikan sebagai penuntun sikap dan prilaku civitas. Juga berharap setiap peserta semakin mantap dalam pelaksanaan Tahun Veritas kedua, dengan mefokuskan kepada keunggulan akademik dan karakter melalui implementasi kurikulum merdeka,” kata dia.

“Mampu melakukan inovasi nyata dalam meningkatkan proses hasil belajar melalui inovasi terpadu melalui keunggulan masing-msing unit sekolah melalui implemntasi kurikulum merdeka,” imbuh Agustina.

Sementara, Sr. Albertine, OP, M.Pd selaku Ketua Kantor Yayasan Santo Dominikus mengemukakan, kita patut bersyukur atas anugerah Tuhan yang boleh kita terima dalam Tahun Veritas berupa budaya baru bahwa setiap hari adalah saat untuk selebrasi. Menurutnya, itu adalah salah satu kekhasan komunitas Dominikan sehingga hadir bukan hanya bergelut hal yang serius.

“Kalau sudah membicarakan kurikulum tentu banyak wajah susah oleh karena itu kegiatan IHT dan seluruh akademik dalam sepiritualitas harus dihayati dengan budaya baru yaitu selebritas. Dalam kegiatan selama tiga hari ada empat tujuan namun bisa disingkat menjadi dua,” tutur Sr. Albertine.

Suasana giat In House Trainning, yg diselenggarakan oleh Yayasan Santo Dominkus. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Seluruh rangkaian proses pendidikan kita merupakan bagian selebrasi, setiap item terkait pendidikan sekecil apapun harus dikemas dalam bentuk selebrasi. Kedua, tujuannya adalah memperkuat kepatuhan terhadap Core Values. “Kalau disebut patuh bukan berarti harus disuruh, tidak ditargetkan tetapi dengan kesadaran nilai. Patuh dari suara hati nurani, banyak kasus-kasus besar terjadi karena kurang patuhnya dalam lingkup hidup berbangsa,” tandas Sr. Albertine.

Usai memberikan sambutan dan membuka giat IHT 2023, Sr. Albertine kepada bernasnews mengungkapkan, bahwa Veritas itu dalam bahasa Latin berarti kebenaran. Kebenaran itu yang pailh mudah dipahami adalah kesesuaian akal budi yang dipikirkan dengan realitas. Menurutnya, kalau berpikir jujur maka realitasnya harus dilakukan dengan jujur.

“Kesesuaian antara pikiran dengan praktek hidup, itu paham Veritas yang paling sederhana. Veritas lebih lanjut adalah bersumber dari kebenaran itu sendiri yakni Tuhan. Kalau hidup benar itu berarti menghayati apa yang dikehendaki Tuhan. Hidup dalam Veritas itu otomatis hidup dalam semangat kebenaran dalam kehendak Tuhan yang diwujudkan dalam realitas kehidupan,” paparnya.

Rm. Yuvensius Deny Sulistiawan, M.Hum, Pr sebagai nara sumber (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Lanjut Sr. Albertine menjelaskan, itu merupakan motto yang harus dihidupi dalam habbit dan menjadi kultur atau budaya. Ini lahir dari bingkai kinerja setiap enam tahun, yang terbagi dalam setiap dua tahun dengan tematik tertentu. Tahun pertama bertema Studi, semua civitas harus melakukan studi tidak hanya studi hidup namun juga studi habbit yang menjadi unsur fundamental dalam proses belajar dan mendidik.

Kemudian, tahun kedua dihayati dua tahun itu sebagai tahun Veritas. Selanjutnya tahun 2024-2026 disebut tahun dalam bahasa Latin yang artinya mewartakan kebaikan untuk dunia. Apa yang kami susun ini sangat cocok dengan implementasi dari Kurikulum Merdeka. “Yayasan Santo Dominikus telah mempunyai semacam kerangka kurikulum tersendiri sehingga setiap terjadi perubahan kurikulum oleh pemerintah, tinggal menyesuaikan sesuai dengan potensi setiap sekolah serta potensi wilayah, potensi anak didik sebab semua anak itu memiliki talent,” pungkasnya. (ted)