bernasnews – Sekolah Dasar (SD) Marsudirini Yogyakarta sebagai salah satu Pelestari Cagar Budaya yang dicanangkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan kegiatan menyanyi dalam bahasa Jawa. Acara itu dilaksanakan dengan diiringi gamelan pelog sebagai bagian tugas pelayanan misa kudus di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY), Pugeran, Yogyakarta, Minggu (26/3/2023).
Menurut Kepala SD Marsudirini 2 Yogyakarta FX Oktaf Laudensius, S.Si., kegiatan ini diikuti siswa kelas 1, 2, 3, 4, dan 5 yang tergabung dalam paduan suara mengambil bagian dalam paduan suara bahasa Jawa.
Romo Prof. Dr. Emanuel Pranawa Dhatu Martasudjita, Pr. mengapresiasi kegiatan ini.“Siswa memiliki keinginan yang besar untuk nguri-nguri kebudayaan Jawa dengan menyanyi Jawa dan memakai busana Gagrak Ngayogykarta tentu menambah suasana penuh sukacita dan kemeriahan,” kata dia saat penutup misa kudus.
Kegiatan menyanyi dalam bahasa Jawa dengan iringan gamelan Jawa, menurut Oktaf, baru pertama kali diadakan dan mendapat respon positif dari para guru serta orangtua siswa. Berkat pendekatan yang humanis dan proses komunikasi yang intens dengan Dewan Paroki Pugeran, maka siswa mampu menyiapkan kegiatan ini secara baik.
“Memang tidak mudah mengawali menyanyi dalam bahasa Jawa, karena menuntut perubahan cara menyanyi, bahasa, dan tentu iringan yang umumnya diiringi piano atau organ menjadi diiringi gamelan pelog. SD Marsudirini akan melanjutkan ke tahap berikutnya untuk menetapkan menyanyi bahasa Jawa dan memainkan gamelan Jawa sebagai visioner pelestari budaya Jawa bagi sekolah,” kata dia. .
Bagi siswa kelas IB Felicia Nadine Prabaswari, menyanyi Jawa dengan iringan gamelan pelog adalah hal yang baru dan menyenangkan. Hal ini menguatkan dan memotivasi kepadanya untuk terbiasa berbahasa Jawa, tata krama Jawa, dan keinginan bermain musik gamelan Jawa. Dia berharap, ke depan sekolah ini memiliki perangkat instrumen gamelan Jawa dan paduan suara bahasa Jawa sehingga dapat melestarikan budaya Jawa. (*/mar)











