bernasnews – Mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang tertib, aman dan damai bukan hanya tanggung jawab satu elemen namun harus dilaksanakan bersama dan berkelanjutan. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah barometer Indonesia, dan setiap peristiwa yang terjadi di wilayah ini dapat berdampak secara nasional. Oleh karena itu, semua elemen harus bersama menjaga kedamaian DIY.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Ramadhan bertajuk Mewujudkan Masyarakat Yogyakarta Tertib, Aman dan Damai di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY, Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, Selasa (28/3/2023) petang.
Dialog Ramadhan ini menghadirkan narasumber Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H. dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DIY Muhammad Afnan Hadikusumo, dengan moderator Ketua PWI DIY Hudono. Hadir antara lain Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY Sri Surya Widhati Idham Samawi, para pejabat utama Polda DIY, keluarga besar PWI dan IKWI DIY, serta undangan.
Setelah memaparkan secara lisan peta kriminalitas di wilayah hukum DIY, Irjen Suwondo Nainggolan mengemukakan bahwa penanganan aksi kejahatan di DIY tidak selalu dengan hukuman. Namun dilaksanakan upaya pencegahan korban kejahatan, pencegahan warga menjadi pelaku kejahatan, penanganan pelaku secara humanis dan sejauh memungkinkan diupayakan pembekalan ketrampilan hidup, sampai pembinaan remaja agar tidak terjerumus ke tindak kriminal.
“Kalau kami melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan narkotika misalnya, dan angka peristiwanya naik, itu boleh dikatakan prestasi. Tapi kalau kami harus menangani anak-anak remaja yang melakukan kejahatan jalanan, sedih rasanya. Mereka itu generasi penerus yang harus dibimbing agar lurus jalannya.
Oleh karena itu, kami harus melakukan kerjasama dan kebersamaan dengan para pihak, antara lain orangtua. Secara khusus, mungkin kami akan melibatkan para ibu dalam sebuah program ‘Ibu Panggil Pulang’ misalnya. Ini masih harus digodog bagaimana mekanismenya,” kata Kapolda DIY.

Muhamamad Afnan Hadikusumo pada kesempatan ini mengemukakan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan penerangan di DIY sebagai daerah tujuan wisata dan daerah tujuan pendidikan nasional maupun internasional.
“Kita harus dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran dengan menambah lapangan pekerjaan agar dapat menekan kejahatan,” kata dia seraya memberikan contoh beberapa negara di dunia yang tingkat kejahatannya tinggi sebagai wilayah tujuan wisata.
Dalam acara dialog, Sri Surya Widhati bertanya mewakili ibu-ibu Anggota IKWI DIY, Irjen Suwondo Nainggolan itu asli mana? Dengan senyum ramah, jenderal polisi bintang dua itu menjawab bahwa bapak dan ibunya asli Batak. Nama Suwondo diperoleh ayahnya sebagai penghormatan terhadap rekan TNI ayahnya sewaktu dinas dulu yang baik, berani dan bertanggung.
“Seharusnya (yang benar) Suwando, tetapi oleh petugas kelurahan ditulis Suwondo. Ya sudahlah. Kalau nama Nainggolan, anggap saja dari Nanggulan, Bu,” katanya tersenyum. (mar)











