bernasnews – Upaya pelestarian sastra Jawa terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. Salah satu agendanya melalui gelaran Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat Kota Yogyakarta tahun 2023.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan agenda ini menjadi upaya nyata pemerintah Kota Yogyakarta untuk menjaga keberlangsungan warisan sastra Jawa bagi generasi mendatang.
“Sastra Jawa sangat penting untuk dibiasakan kepada generasi muda, selain membantu mereka memahami sejarah budaya dan identitas lokal, juga mengembangkan kreatifitas, serta membantu menjaga dan melestarikan bahasa dan budaya Jawa,” tuturnya, Selasa (21/3).
Dalam agenda perlombaan rutin tahunan ini, akan mempertandingkan 7 jenis lomba. Ketujuh lomba itu ialah Maca Cerkak, Maca Geguritan, Macapat, Alih Aksara, Sesorah, Panatacara dan Mendongeng.
Kali ini, lomba terbuka untuk warga masyarakat Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan KTP, KIA, atau KK.
Sedikit berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Kompetisi Bahasa dan Sastra 2023 berbasis masyarakat bukan lagi sekolah. Lomba dikategorikan melalui jenjang usia, bukan jenjang dalam satuan pendidikan.












