bernasnews — Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan guru, juga antar siswa. Kegiatan pembelajaran akan menjadi bermakna bagi siswa apabila dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi siswa, dan juga manfaatnya sesuai dengan kebutuhan dan harapan para siswa.
Oleh karena itu dibutuhkan teamwork yang saling menguntungkan, demikian yang dikemukakan dalam Rubrik Obrolan yang dikupas dan disiarkan di dalam acara Bowo Raos, Studio Pro 4 RRI Semarang, Rabu (15/3/2023). Dengan menghadirkan nara sumber Ibu Natalia dan Ibu Stefanie Deby, guru SMK St. Fransiskus, Semarang.
Mengawali acara obrolan, Natalia mengungkapkan, bagaimana caranya supaya anak-anak zaman sekarang bersemangat dalam belajar. Menurutnya, zaman sekarang ini, gadget sudah menjadi teman bermain sekaligus teman belajar. “Dimana peran orangtua sebaiknya mendampingi dan mengarahkan anak-anak supaya tidak serta merta menganggap gadget menjadi sumber utama informasi,” kata Natalia.
Sementara Stefanie Deby menambahkan, ada batasan-batasan kapan anak-anak menggunakan gadget. Menurut Stefanie, HP hanyalah sebagai pelengkap supaya attitude anak tidak luntur karena penggunaan gadget yang berlebihan dan di dalam pembelajaran.
“HP digunakan untuk mencari materi secara teori saja, di situ guru bisa menilai dan mengukur kemampuan anak-anak dengan melihat proses cara mereka bekerja dalam project melalui teamwork,” ujarnya.
Bagaimana cara mengimplementasikan hal tersebut supaya teamwork tetap terjadi. Di situlah anak-anak SMK harus bisa menciptakan atau membuat karya. Ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sudah didapat bisa dipraktikkan di dunia kerja karena SMK adalah lembaga pendidikan berkelanjutan yang mempersiapkan para siswa (alumninya).
“Jika tidak bisa meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi maka siap untuk terjun ke dunia kerja, berwiraswasta bahkan dapat menciptakan lapangan kerja,” ungkap Stefanie dan Natalia.
Menggali potensi anak-anak sejak dini, masuk di dunia anak dan ikuti alurnya, biarkan pikiran mereka liar tapi tetap terkontrol dan mari membiasakan anak-anak untuk tetap berelasi dan berinteraksi dengan sesama. “Supaya semangat belajar timbul, karena semangat belajar juga bisa muncul bersama teman-teman disekitar kita,” katanya, sebagai penutup di Obrolan acara Bowo Raos. (zbd/ Mrs. Natalia, English Teacher & Humas SMK St. Fransiskus Semarang)











