News  

dr. Hasto Wardoyo, KAGAMADOK, dan Perjalanan Panjang FK-KMK UGM  

dr. H.Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K). (Foto : IG Temu Alumni FK-KMK UGM)

bernasnews – Dr. (Hc) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) yang saat ini menjabat Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI adalah juga Ketua Umum Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Kedokteran periode 2019 – 2024. Dia dilantik oleh Ketua Pengurus Pusat KAGAMA Gandjar Pranowo di FK-KMK UGM Yogyakarta, Sabtu (26/10/2019).

Ketika FK-KMK UGM Yogyakarta akan mengadakan Malam Temu Almni, Sabtu (4/3/2023) dia jauh-jauh hari sebelumnya telah mengundang secara khas melalui instagram panitia Angkatan 86. Dengan penutup kepala blangkon, Bupati Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode tahun 2011 – 2016 yang gigih dengan programnya Bela Beli Kulonprogo ini, menyapa alumni kedokteran UGM dengan suluk wayang. 

Mengapa suluk? Karena malam temu alumni itu juga menyajikan pentas wayang orang bertajuk Bangun Pertapan Saptaharga. Pentas wayang orang yang diperankan Dekan FK-KMK UGM dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSH, dan sebagian Angkatan 86 ini diarahkan oleh ki dalang dr. Wigung Wratsangka.

Yang penting guyub rukun

Tentang KAGAMA Kedoteran, sebagaimana saat pelantikan pengurusnya tahun 2019, Ketua Pengurus Pusat KAGAMA Gandjar Pranowo berharap agar para pengurus tidak berfokus pada organisasi secara struktural. Karena bagi Gubernur Jawa Tengah ini, yang lebih penting adalah bahwa KAGAMA menjadi wadah bagi para alumni UGM untuk saling berinteraksi dan memiliki kedekatan satu dengan yang lainnya.

“Yang penting guyub rukun, NKRI jos!” kata dia sebagaimana dikutip Humas UGM.

Gandjar juga mengingatkan, KAGAMA tetap perlu memberikan kontribusi yang nyata dan signifikan bagi masyarakat. Karena hal itulah yang menunjukkan bahwa mereka adalah alumni dari UGM yang memiliki jati diri sebagai universitas kerakyatan dan juga universitas perjuangan.

“Karena UGM ini sebutannya universitas perjuangan maka harus selalu ada etos kepahlawanan yang kita tunjukkan. Kontribusi membangun Indonesia itu adalah semangat dari KAGAMA,” kata dia.

Pengurus KAGAMA Kedokteran yang dilantik saat itu adalah Ketua Umum dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Sekretaris Jenderal dr. Yanri Wijayanti Subronto, PhD., Sp.PD-KPTI, dan lain-lain.

Perjalanan panjang fakultas

Menurut info instagram Angkatan 86, FK-KMK UGM Yogyakarta berawal dari sejarah sekolah kedokteran yang cukup panjang di Indonesia. Tahun 1990-an awal, berdirilah Schooltot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA).

STOVIA kemudian berubah nama menjadi Geneeskundige Hoge School (GHS) di Jakarta. Di tahun 1943-1945, Indonesia mengalami banyak dinamika dan GHS-pun ditutup oleh Jepang. Jepang kemudian mendirikan Djakarta Ika Daigaku.

Setelah Proklamasi Kemerderkaan Republik Indonesia, Djakarta Ika Daigaku diambil alih oleh Pemerintah RI dan berganti nama menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran (PTK) di Jakarta. Namun karena situasi Jakarta yang sedang genting, PTK Jakarta dipindah ke beberapa daerah, salah satunya Yogakarta yang kemudian ke Klaten, karena saat itu Yogyakarta belum memiliki fasilitas yang memadai.

PTK bagian pre-klinik dibuka di Klaten pada 5 Maret 1946, sekaligus menjadi tongggak sejarah pendirian Fakultas Kedokteran UGM. Pada tahun 1949, PTK bersama PTKG dan PTAO pindah ke Yogyakarta sebagai Perguruan Tinggi Kedokteran. Prof Dr M. Sardjito ditunjuk sebagai Pemimpin PTK tersebut.

Sebagai Pemimpin PTK, Prof Dr M. Sardjito dibantu oleh dr. Soetarman, Drs. Radioputro, dan dr. Soemoesmo. Beberapa dosen yang ada di antaranya adalah Drs Sardjono, Prof Ir H.Johanes, Prof Abdulrahman Saleh dan dr Moh Sale.Perjalanan panjang ini berlanjut hingga pada tahun 2017, Fakultas Kedokteran UGM resmi berganti nama menjadi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM seperti sekarang ini. (mar)