News  

Mahar Satu Tusuk Sate Winong, Gelaran Nikah Bareng Unik Di Purworejo

Calon pengantin wanita peserta Nikah Bareng Uni dinaikkan mobil bak terbuka untuk diarak menuju tempat ijab. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Fortais (Forum Ta’aruf Indonesia),Sewon, Bantul, DIY bekerja sama Pondok Pesantren API Winong Kemiri Purworejo, MWC-NU Kemiri dan Banon menggelar Nikah Bareng Unik, bertempat di Pondok Pesantren API Winong, Kemiri, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (22/2/2023).

Acara ini dikuti oleh 5 pasang calon pengantin dan dihadiri oleh dihadiri para Kyai, tokoh masyararakat jajaran Muspika Kemiri, dan ratusan tamu undangan juga santri ini menarik perhatian. Pasalnya prosesi kirabnya yang unik dan pelaksanaan ijabnya serta maharnya pun semuanya gratis meliputi biaya nikah, mahar, cincin kawin, busana/rias, dekorasi, dokumentasi, tasyakuran dan bingkisan.

Tempat ijab unik berupa krombong sate serta tempat pelaminan dari kerajinan besek. Sementara maharnya yaitu alat sholat, cincin 2 gram, dan yang unik mahar disertai satu tusuk sate Winong, salah satu kuliner khasnya Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

“Satu tusuk sate ini mengandung filosofi pengantin akan menyatukan cita rasa dengan kelembutan dan kemanisan hidup seperti sate Winong yang dagingnya lembut, empuk dengan kecap racikan sendiri yang mantap,” ungkap Ketua Pelaksana sekaligus Fortais Indonesia RM. Ryan Budi Nuryanto, SE.

Dalam kesempatan teraebut Pengasuh Pondok Pesantren API Winong, Kemiri, Purworejo sekaligus MWC NU Kemiri KH. Nasihin Chamid mengucapkan selamat memasuki Abad ke 2 NU dan menyambut gembira acara Nikah Bareng Unik, yang gratis serta full fasilitas ini.

“Dengan semangat berkhidmat kepada NU serta mengharapkan barokah dari para pendiri NU pada momentum 1 abad ini, dengan kegiatan bertema kreatif lokal berupa nikah bareng sekaligus acara Khataman ke-30 Ponpes API Winong,” tutur Kyai Nasihin.

Suasana tempat pelaminan 5 pasangan pengantin peserta Nikah Bareng Unik. (Foto: Istimewa)

Sementara pasangan pengantin yang mengikuti acara ini, yaitu Aziz Mu’alif (22 tahun) dan Dwi Etika (22 tahun), keduanya dari Bruno, Purworejo berbusana Solo Putri; Aris Nurfauzi (28 tahun) dari Kemiri, Puworejo dan Imroatul Hasanan (23 tahun) berasar dari Ambal, Kebumen berbusana Jogja Kesatrian; Ahmad Afik (24 tahun) dari Mirit Kebumen dan Umi Syafiqoh (19 tahun) dari Kemiri Purworejo, berbusana muslim modern.

Pasangan pengatin berikutnya adalah, Ardiyanu (24 tahun) dari Bruno, Purworejo dan Lis Sururoh (21 tahun) dari Butuh, Purworejo berbusana Jogja Keprabon, serta pasangan Pariyanto Kurniawan (25 tahun) dari Kemiri, Purworejo dan Koriah (23 tahun), dari Bruno, Purworejo, berbusana muslim modifikasi.

Salah satu pasangan pengantin yaitu Aziz Mu’alif dan Dwi Etika nampak sangat bahagia karena dapat menemukan pasangan hidupnya dalam waktu pendek hanya kurang dari 1 minggu dari perjodohan ala pondok pesantren ini. Setelah menikah pasangan tersebut akan langsung dibawa ke pondok pesantren tempat dia mengajar. di Giri Nurul llmi Tancep,Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY. (ted)