bernasnews – Publik sempat digegerkan dengan hasil bahwa Yogyakarta menjadi provinsi termiskin se-Jawa. Meskipun demikian, BPS DIY akhirnya angkat bicara soal fakta tersebut.
BPS DIY menyebutkan bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu. Meskipun angka kemiskinan di Yogyakarta masih tergolong tinggi.
“Jauh lebih baik ketimbang 10 tahun lalu meskipun secara urutan tidak berubah memang persentase kemiskinannya di Jawa itu tertinggi,” terang Kepala BPS DIY, Sugeng Ariyanto, Selasa (21/2/2023).
Bila dilihat dari perkembangan selama 10 tahun terakhir dan dibandingkan dengan Jawa Tengah misalnya, angka kemiskinannya selisih 0,5 persen saja. Bila dibandingkan dengan Jawa Timur selisih 1 persen saja. Menurutnya, dibanding 10 tahun yang lalu, ini semakin lama semakin mendekat.
Padahal 10 tahun lalu selisihnya bisa mencapai 2 hingga 3 persen. Ia lantas menganalogikan pengentasan kemiskinan layaknya konvoi. Di mana DIY sudah mepet dengan daerah lain, artinya bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan mendahului daerah lain.
“Kita bisa menyalip daerah lain, dengan catata kalau ini on the track kemudian kita akselerasi dan semua pihak yang terlibat itu bisa bisa bersama-sama menyatukan visi strateginya sama ya sangat Mungkin kita bisa jauh lebih baik,” tambahnya.
Dia mengakui jika angka kemiskinan dihitung hanya dari sisi konsumsi saja. Namun jika berbicara pengeluaran, sebenarnya ada 3 kelompok pengeluaran. Yaitu pengeluaran yang dikonsumsi, pengeluaran yang untuk investasi dan tabungan serta pengeluaran yang diberikan kepada pihak lain.












