bernasnews — Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk memeriahkan dan memperingati genap 92 tahun SD Marsudirini St. Theresia Boro, Kulon Progo, DIY, antara lain ziarah ke Ganjuran sebagai awal doa Novina, dilanjut pemantapan penulisan karya ilmiah bagi para guru di Kampus ASMI Santa Maria Yogyakarta. Kemudian kegiatan memperdalam literasi dengan belanja buku di sebuah toko buku.
Juga kegiatan pendidikan sex bagi siswa-siswi kelas 5 dan kelas 6, disampaikan oleh Bruder dr. Bambang OFM selaku Direktur Utama RS.St.Yusuf Boro dan drg. Magda juga dari RS.St.Yusuf Boro. Sedangkan siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 4 memperoleh materi bina iman yang sampaikan oleh Sr. M. Marcella OSF, Sr.M. Editha OSF dan oleh Sr. M. Cristera OSF selaku Koordinator Sekolah, bertempat di Aula Paroki setempat, Selasa (14/2/2023).
Kegiatan memperingati 92 tahun SD Marsudirini St. Theresia Boro masih berlanjut berupa Parenting Kesehatan Anak, bertempat di Aula Panti Putri Brayat Pinuji, Boro, Kulon Progo, DIY, Jumat (17/2/2023). Acara ini diikuti oleh 140 orang tua/ wali murid, dan menghadirkan nara sumber Bruder dr.Bambang OFM, drg. Magda dan Dina, ahli gizi dari RS.St. Yusuf Boro.
Kegiatan parenting kesehatan anak dipandu oleh Ibu E. Sutini dan pembawa acara oleh Ibu Ninik. Peserta yang hadir sangat antusias bertanya kepada para nara sumber, baik mengenai anak-anak yang kurang suka makan sayur, anak yang terlalu gemuk, adanya gigi susu yang belum tanggal, semua pertanyaan dikupas tuntas oleh para nara sumber.
Sementara beberapa hal yang disampaikan oleh nara sumber, bahwa kita perlu mengetahui perkembangan kesehatan anak, dalam arti baik sehat secara phisik, sehat secara mental dan sehat secara sosial, serta perlu menjaga kesehatan gigi anak dengan cara rajin gosok gigi dan kumur sehabis makan. Juga perlu memberikan makanan dan minuman yang memiliki kandungan nutrisi atau gizi yang baik, bukan makan yang hanya enak saja.

Pada sesi akhir, Z. Bambang Darmadi yang juga selaku pendidik dari ASMI Santa Maria Yogyakarta, mengajak para orang tua siswa dan wali, dalam rangka mempersiapkan dan menghadapi Kurikulum Merdeka kiranya untuk saling bekerja sama, berkomunikasi dengan wali kelas secara baik.
“Orang tua atau wali harus juga mengawasi putra putrinya selama tidak berada di sekolah. Munculkan talenta-talenta lain, dan kuatkan dengan literasi membaca dan menulis secara rutin dan baik, supaya kelak menjadi generasi anak yang cerdas dan memiliki karakter yang dapat dipertanggungjawabkan,” tandas Bambang Darmadi, yang juga wartawan senior dan penulis beberapa buku bisnis itu.
Sementara itu, di akhir pertemuan Sr. M. Chistera OSF mengungkapkan, bahwa SD Marsudirini St. Theresia Boro lahir tepatnya pada tanggal 19 Februari, namun perayaan Ekaristi baru akan diselenggakan pada hari Senin (21/2/2023), di Gereja St.Theresia Liseux Boro Kulon Progo.
“Untuk itu kami selaku koordinator sekolah mengucapkan terima kasih kepada para nara sumber dan orang tua/wali yang hadir, dengan harapan semoga di tahun Emas mendatang, anak-anak kita hendaknya semakin Empati, Mandiri, Aktif dan Selektif,” kata dia.
“Empati terhadap siapapun dan berjiwa kemandirian serta semakin selektif memakai media sosial dengan bijak, dan tentu harus aktif dalan berbagai kegiatan sosial dan solider terhadap keperbedaan,” imbuh Sr. M. Chistera OSF. (zbd/ ted)











