bernasnews — Guna menghibur anak-anak pengungsi penyitas terdampak korban Gempa Cianjur, Team Royal House Rescue beserta Ki Mujar Sangkerta dan kawan-kawan kembali menggelar aneka kegiatan bertempat, di Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
“Kegiatan diawali dengan mengajak adik-adik penyitas untuk jalan-jalan menelusuri lorong-lorong perkampungan mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi terkena reruntuhan akibat gempa,” terang Ki Mujar Sangkerta kepada bernasnews, melalui pesan whats app, Sabtu (11/2/2023).
Lanjut Ki Mujar menjelaskan, barang – barang tersebut antara lain berupa kaleng biskuit, panci, wajan penggorengan, ceret bodol, galon air, botol kaca, seng talang, dan lain-lain. Setelah terkumpul lumayan banyak lalu kami susun dalam bentuk sebuah karya Seni Instalasi Bebunyian.
“Anak-anak penyitas sangat senang dan gembira bisa bermain bunyikan Musik Perkusi Kaleng Rombeng yang selesai mereka susun. Ibu-ibu dan pemuda Karangtaruna pun asyiik ikutan bermain sambil berjoged bersama dengan tambahan bedug jidor dari sebuah masjid dekat tenda pengungsian tempat kami menginap,” beber Dalang Wayang Milehnium Wae.

Puncak gelaran seni diawali dengan arak-arakan Gerak Visual Wayang Spon Ati dan Wayang Kardus Daur Ulang hasil karya workshop, dengan diiringi Musik Perkusi Kaleng Rombeng dan bedug, keliling kampung dan mengitari tenda-tenda pengusian sembari mewartakan kegiatan tersebut. Pelaksanaan gelaran pentas seni bertempat, di area playground panggung bambu hasil karya Pemuda Karangtaruna setempat dan Team Relawan Royal House Rescue Yogyakarta, Sabtu (11/2/2023).
Pentas Seni untuk anak-anak berlangsung dari jam 14:30 -17:30 WIB. Setelah salat Ishak jam 19:30 WIB dilanjutkan Pentas Seni untuk muda-mudi, warga kampung Karamat Cugenang dan Tim Relawan. Menampilkan, tarian. Pantomime, drama, musik, puitisasi dan orasi budaya.
“Sementara besok Minggu, 12 Februari 2023 akan diadakan lomba-lomba permainan tradisional anak-anak, antara lain bermain egrang, bakiak panjang bersama, sepak bola ibu-ibu, memasukkan pensil dalam botol. lari karung, dan lainnya,” pungkas Ki Mujar Sanskerta. (ted)











