Guna Mendukung Kegiatan Yandu, Dawis RT 26 Suryoputran Dapat Bantuan Dari Hasil Jimpitan

Ketua Seksi Jimpitan RT 26 Suryoputran Tri Hari Jaka Prasetya secara simbolis menyerahkan bantuan subsidi untuk Dawis kepada Ketua PKK RT 26 Suryoputran Sri Hudani, disaksikan Ketua Dawis Surya 1 RT 26 Pinahayu, Ketua RT 26 GBW Imam Karneni dan Sekretaris/ Bendahara Jimpitan RT 26 Yoyok Suhartoyo, Minggu (5/2/2023). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

bernasnews — Usia lanjut atau lebih dikenal dengan sebutan Lansia, serta anak usia Balita atau bawah lima tahun merupakan warga yang cukup rentan dalam kesehatan. Sehingga kedua kelompok usia ini menjadi perhatian pemerintah terkait dengan persoalan kesehatannya.

Sudah cukup lama pemerintah melalui pengampu wilayah yang langsung menyentuh kepentingan warga mencanangkan pelayanan terpadu atau dikenal dengan akronim yandu untuk kedua kelompok usia tersebut. Ada Yandu Lansia dan Yandu Balita.

Guna menyemarakkan kembali kegiatan Yandu Lansia dan Yandu Balita RW 08 Suryoputran paska pandemi, Pengurus RT 26 Suryoputran berinisiatif memberikan bantuan subsidi dari hasil jimpitan kepada 3 pengurus Dasa Wisma (Dawis) di RT 26 guna penyelenggaraan kegiatan tersebut. Masing-masing Dawis mendapat bantuan Rp 600.000.

Penyerahan bantuan subsidi dilakukan oleh Ketua Seksi Jimpitan RT 26 Suryoputran Tri Hari Jaka Prasetya kepada Ketua PKK RT 26 Suryoputran Sri Hudani, bertempat di Pendapa Probodikaran, Jalan Pesindenan, Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Minggu (5/2/2023).

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk kegiatan para pengurus Dawis apabila menjadi penyelenggara kegiatan yandu sebab prinsip hasil jimpitan ini adalah dari warga untuk warga. Jadi saya juga mohon pada ibu-ibu untuk selalu mengingatkan isi gelas setiap harinya agar perolehan jimpitan semakin banyak sehingga subsidi juga bisa semakin besar,” ujar Jaka.

Dikatakan, kegiatan jimpitan yang diselenggarakan kembali oleh RT 26 Suryoputran belum sampai berumur satu tahun, dengan hasil total Rp 6 juta lebih. “Ketentuan jimpitan per KK sebesar Rp 500 namun alhamndulillah adakalanya uang yang di masukan dalam gelas jimpitan lebih dari ketentuan, ada yang Rp 1.000, Rp 2.000 bahkan lebih lagi,” beber Jaka.

Sementara itu, Pengurus Lansia RW 08 Suryoputran Nani Susilo menjelaskan, bahwa kegiatan Yandu Lansia dan Yandu Balita dilaksanakan setiap sebulan sekali setiap tanggal 14. Kegiatan penimbangan badan dan pemberian makanan bergizi untuk balita serta tensi darah bagi lansia.

“Zaman dahulu ada bantuan dari pemerintah melalui Puskesmas Kraton dan bentuknya bukan dana berupa fresh money melainkan peralatan, yang terkadang tidak diperlukan lantaran sudah ada. Sekitar tujuh tahun lalu bantuan itu dihentikan,” terang ibu, yang juga aktifis PKK Kelurahan Panembahan ini.

Ketua RT 26 Suryoputran GBW Imam Karneni menambahkan, bahwa kegiatan jimpitan yang merupakan tradisi tinggalan leluhur ini beberapa kali pernah dilakukan oleh warganya, dari jimpitan berupa beras hingga digantikan bentuk uang recehan.

“Sebelumnya, kegiatan jimpitan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan ronda atau siskamling. Sedangkan kekinian sebatas sebagai kegiatan sosial untuk lebih mengenal lingkungan juga media silaturahmi warga,” tandasnya. (ted)