Pedagang Pasar Beringharjo Barat Kembali Giat Berkarya  

Mahasiswa anggota kelompok 66 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Foto: istimewa

bernasnews – Sepuluh mahasiswa anggota kelompok 66 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mercu Buana Yogyakarta mengadakan acara seminar dan talkshow motivasi bagi pedagang di aula Nusa Indah, lantai 3 Pasar Beringharjo Barat, Yogyakarta, Kamis (2/2/2023) siang. Pedagang pasar setempat sepakat kembali giat berkarya.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 30 peserta ini mengusung tema “Kiat Sukses untuk Bangkit Maju Pasca Pandemi Covid-19”.  Seperti diketahui, dampak pandemi sangat dirasakan oleh para pedagang. Pasar yang tadinya ramai, menjadi sepi bahkan sempat tutup. Meski kondisi sekarang sudah mulai menggeliat, diakui pedagang bahwa masih belum pulih seperti dulu. Oleh karena itu, diperlukan strategi baru untuk memajukan usaha. Ini yang menjadi salah satu fokus yang ingin dibantu para mahasiswa KKN. 

Hadir sebagai narasumber owner Sendok Sumpit Group Fani Suwito dan Ketua Paguyuban Pasar Beringharjo Barat Ahmad Zainul Bintoro  sebagai moderator. 

Pada sesi pertama, Fani Suwito membahas bisnis di masa pandemi, trik melihat peluang pasca pandemi, serta bagaimana cara untuk meningkatkan usaha. Tips yang dibagikan untuk dapat memajukan dan mempertahankan usaha antara lain adalah efisiensi biaya usaha, branding, dan online marketing

Dengan memangkas biaya-biaya yang bukan pokok, menentukan target pasar, dan promosi menggunakan sosial media seperti Tik Tok, Instagram, Facebook, diharapkan dapat melakukan ekspansi secara lebih luas dan dapat meraih lebih banyak keuntungan untuk bisnis.  Meski berlangsung secara singkat, namun sesi kedua, tanya jawab dan diskusi diikuti dengan penuh antusias oleh para hadirin. 

Turut hadir mengapresiasi acara ini Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Utomo, S.E. Akt., M.M. Dia mendukung para pedagang kembali giat dan bersemangat dalam berkarya, memasarkan produk-produknya juga secara online untuk jangkauan pasar yang lebih luas demi terwujudnya pemulihan ekonomi pedagang. (*/mar)